Tingkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar dengan Jigsaw

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA dasarnya belajar matematika merupakan belajar konsep. Konsep-konsep pada matematika menjadi kesatuan yang bulat dan berkesinambungan. Untuk itu dalam proses pembelajaran guru harus dapat menyampaikan konsep tersebut kepada siswa dan bagaimana siswa dapat memahaminya. Pembelajaran pada matematika dilakukan dengan memperhatikan urutan konsep dimulai dari yang paling sederhana (Arends: 2008).

Matematika merupakan salah satu pelajaran yang sangat penting dan berguna untuk menunjang kebutuhan serta tantangan untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang berkembang pesat. Namun dalam kenyataannya masih banyak siswa SD yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika sehingga hasil belajarnya di bawah KKM.

Guru memiliki peran penting dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar. Untuk itu kemampuan guru dalam mengemas proses kegiatan belajar mengajar di kelas harus direncanakan secara maksimal. Masalah yang sering muncul dari kalangan para guru yaitu kurangnya penggunaan multimetode selama proses pembelajaran sehingga mengkibatkan aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Metode belajar harus dapat memfasilitasi siswa untuk berhasil mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
Kurangnya aktivitas siswa pada mata pelajaran matematika khususnya pada materi operasi hitung bilangan mengakibatkan hasil belajar matematika di SDN 03 Watukumpul masih rendah. Dalam penelitian ini model pembelajaran matematika yang digunakan untuk mengatasi permalahan tersebut adalah model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw. Yakni, model pembelajaran yang fokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar (Sugiyanto: 2010).

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar dengan Media VLOG

Dengan menerapkan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw terhadap siswa kelas 3 diharapkan mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pengurangan. Tindakan ini dipilih karena melalui model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw, siswa akan menjadi lebih aktif karena masing-masing dituntut menyelesaikan tiap tugas yang diberikan oleh kelompoknya masing-masing.

Dalam penelitian ini, pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw digunakan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Siswa juga dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Sebab tidak hanya mendengarkan uraian dari guru saja, tetapi aktivitas lain seperti mengamati dan mempraktikkan. Dengan pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap siswa kelas 3 SDN 03 Watukumpul, Pemalang.

Data hasil penelitian menunjukkan pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan dicapainya indikator kinerja yang diajukan dalam penelitian yaitu akivitas dan hasil belajar siswa kelas 3 SDN 03 Watukumpul pada materi operasi hitung pengurangan tergolong pada kategori tinggi. Aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung pengurangan dengan persentase antara 61 sampai dengan 80 persen.
Dari hasil refleksi terlihat bahwa pelaksanaan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan mengelola informasi yang didapat dan dapat meningkatkan keterampilan berkomunikasi, anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari, dan dapat menyampaikan kepada kelompoknya. (ips1/ida)

Baca juga:   Melatih Keterampilan Bercerita Anak melalui Media Boneka Tangan

Guru SDN 03 Watukumpul Pemalang

Author

Populer

Lainnya