Optimalkan Pemahaman Matematika dengan Pembelajaran Inquiry

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Matematika di sekolah bertujuan untuk membantu siswa dalam berpikir untuk memecahkan masalah sehari-hari yang membutuhkan hitungan. Dalam belajar matematika, biasanya siswa memperhatikan langkah-langkah guru dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, siswa dapat mengerti cara penyelesaian latihan soal matematika.

Pada pembelajaran Inquiry, siswa berinisiatif untuk mengamati dan menanyakan gejala alam, serta mengajukan penjelasan-penjelasan tentang apa yang mereka lihat. Lalu merancang dan melakukan pengujian untuk menunjang atau menentang teori-teori mereka. Tahap lanjutnya adalah menganalisa data, menarik kesimpulan dari data eksperimen serta merancang dan membangun model, atau setiap kontribusi dari kegiatan tersebut di atas. Menurut Al-Tabani (2014: 147) pembelajaran inquiry merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta, melainkan hasil dari menemukan sendiri.

Segitiga dan segiempat merupakan materi matematika yang diajarkan di kelas VII semester 2 dan merupakan materi esensial yang sangat berhubungan dengan permasalahan kontekstual. Pada awalnya siswa kelas VII SMP Negeri 29 Semarang mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah pada materi segitiga dan segiempat. Padahal soal yang mereka hadapi adalah soal yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari hari. Misalnya menghitung keliling dan luas dari benda benda yang berbentuk segitiga, persegi, persegi panjang, jajar genjang, layang-layang, belah ketupat dan trapesium.

Baca juga:   Menggali Kemampuan Berbahasa melalui Pembelajaran Tanya Jawab

Pandemi covid- 19 yang terjadi saat ini menyebabkan perubahan di berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Sejak pertengahan Maret 2020, siswa-siswa sekolah diwajibkan melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR). Dalam kegiatan BDR untuk materi segitiga dan segiempat, penulis menggunakan pembelajaran inquiry. Jerome Bruner, seorang profesor psikologi dan Harvard University di Amerika Serikat, menyatakan beberapa keuntungan pembelajaran inquiry, antara lain sebagai berikut : Pertama, siswa akan mengerti konsep-konsep dasar dan ide-ide lebih baik. Kedua membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi-situasi proses belajar yang baru. Ketiga, mendorong siswa agar dapat berfikir. Keempat, mendorong siswa untuk berfikir intuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri. Kelima, memberikan kepuasan yang bersifat intrinsik. Keenam, situasi proses belajar menjadi lebih menantang.

Penulis memberikan tugas kepada siswa untuk mencari dan mengumpulkan benda benda di lingkungan sekitar siswa yang berbentuk segitiga dan segiempat. Lalu siswa mengamati benda yang berbentuk segitiga dan segiempat (terdiri dari persegi, persegipanjang, jajar genjang, layang-layang, belah ketupat dan trapesium) yang mereka kumpulkan kemudian menuliskan ciri-ciri atau sifat-sifatnya. Siswa menghitung keliling dan luas dari benda yang berbentuk segitiga dan segiempat yang mereka amati. Tugas yang telah dikerjakan siswa beserta bendanya difoto kemudian dikirim melalui aplikasi google classroom. Dari hasil pengamatan dan penilaian tugas siswa, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran inquiry dapat memudahkan guru dalam mengidentifikasi kesulitan siswa dalam memahami materi segitiga dan segiempat. (ips1/ton)

Baca juga:   Bermain Role Playing Membangkitkan Minat Belajar Siswa

Guru Matematika SMP Negeri 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya