Crossword Puzzle Mudahkan Peserta Didik Belajar Kosakata

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar Bahasa Inggris tidak terlepas dari belajar kosakata. Tanpa pemahaman kosakata tidak mungkin peserta didik dapat memahami ataupun menggunakan kosakata yang berhubungan dengan materi tertentu. Materi tersebut berkaitan dengan empat keterampilan dalam pembelajaran Bahasa Inggris, yaitu berkaitan dengan listening (mendengarkan), speaking (mendengarkan), reading (membaca), dan writing (menulis).
Namun, kenyataan di kelas banyak peserta didik kurang berminat dan tidak tertarik untuk mempelajari kosakata dengan serius. Alasannya peserta didik merasa kesulitan dalam memahami dan menghafal kosakata ditambah faktor guru dalam pembelajaran masih menggunakan metode yang konvensional atau hanya ceramah dan memberikan daftar kosakata yang harus dihafalkan peserta didik. Fakta ini muncul pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 29 Semarang, khususnya materi memahami kosakata yang hubungan dengan materi pembelajaran dan kehidupan nyata.

Masalah pembelajaran tersebut perlu dicarikan alternatif solusinya. Menurut penulis diperlukan terobosan guru untuk melakukan motivasi pembelajaran di dalam kelas sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Tujuannya agar penyampaian materi ini lebih memotivasi peserta didik dan lebih menantang sehingga suasana pembelajaran lebih nyaman dan lebih hidup. Salah satu model pembelajaran yang dapat dipilih sebagai alternatif solusi bagi guru adalah menerapkan model pembelajaran crossword puzzle.

Baca juga:   Atasi Kesulitan Belajar Siswa dengan Layanan Konseling Kelompok

Model pembelajaran dengan Crossword puzzle, pertama kali digagas oleh Arthur Wynne alias penemu permainan teka teki silang (Crossword puzzle), 6 November 2011. Dalam bahasa Indonesia, Crossword Puzzle adalah Teka-Teki Silang (TTS). Dalam TTS disediakan sejumlah pertanyaan atau kata/frase sebagai kunci untuk mengisi serangkaian kotak-kotak kosong yang didesain sedemikian rupa. Deskripsi umum permainan Crossword Puzzle menurut Rinaldi Munir (2005) (http://www.cse.ohio.html) merupakan suatu permainan dengan tempelate yang berbentuk segi empat yang terdiri dari kotak-kotak yang berwana hitam putih, serta dilengkapi 2 lajur, yaitu mendatar (kumpulan kotak yang berbentuk satu baris dan beberapa kolom) dan menurun (kumpulan kotak satu kolom dan beberapa baris).

Crossword puzzle melibatkan partisipasi peserta didik aktif sejak kegiatan pembelajaran dimulai. Peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Dengan ini peserta didik akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Selain itu, crossword puzzle juga dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk meninjau ulang (review) materi-materi yang sudah disampaikan. Peninjauan ini berguna untuk memudahkan peserta didik dalam mengingat kembali materi apa yang telah disampaikan.

Baca juga:   Peningkatan Penguasaan Irregular Verbs melalui Kahoot

Dalam mengembangkan dan melaksanakan model crossword puzzle, praktiknya guru selalu memberikan bimbingan dan pengarahan dalam berbagai kesempatan agar tidak terjadi keributan di dalam kelas. Memotivasi peserta didik menjadi bagian penting untuk menumbuhkan kesadaran diri peseta didik terhadap keseriusan dalam proses belajar mengajar, terutama pada materi pengayaan dalam kosakata bahasa Inggris. Selain itu dengan kreativitas guru, materi tersebut dapat dihubungkan dengan pembelajaran yang dihadapi peserta didik. (ips1/ton)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya