Pembelajaran Teorema Phytagoras Menggunakan ATM

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan kurang diminati sehingga banyak siswa berusaha menghindari pembelajaran matematika. Padahal Matematika merupakan hal pokok yang wajib dipelajari semua siswa karena merupakan bagian dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran Teorema Pythagoras di kelas VIII SMP yang tercantum dalam Buku Siswa Bab V Teorma Pythagoras merupakan salah satu materi Matematika yang memiliki tingkat kesulitan kecil. Dapat dikatakan pembelajaran bab Teorema Pythagoras merupakan pembelajaran yang mudah, akan tetapi beberapa siswa memiliki hambatan pemahaman terhadap materi tersebut. Sebagai guru sudah seharusnya membuat setiap siswa memiliki minat dan kemudahan dalam memahami setiap materi yang disampaikan. Hal tersebut mewajibkan guru memiliki metode yang bervariatif dalam pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah ATM akronim dari Alqurun Teaching Model.

Menurut Sutiarso (2016) Alqurun Teaching Model (ATM) memiliki urutan yang sesuai dengan hurufnya, yaitu : A, L, Q, U, R, U, N. Huruf A berarti Acknowledge (pengakuan), L berarti Literature (penelusuran pustaka), Q berati Quest (menyelidiki/menganalisa), U berarti Unite (menyatukan/mensintesa), R berarti Refine (menyaring), U berarti Use (penerapan), dan N berarti Name (menamakan). Metode ini memadukan antara taksonomi Bloom dan kompetensi inti Kurikulum 2013.

Baca juga:   Belajar Berkolaborasi Tingkatkan Prestasi Nilai Matematika

Pengalaman penulis menerapkan pembelajaran ATM di kelas VIII SMPN Negeri 3 Patean dengan langkah-langkah berikut. (1) Tahap Acknowledge atau pengakuan adalah tahapan pertama atau kegiatan pendahuluan (apresepsi) dalam pembelajaran ATM. Pengakuan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu pengakuan terhadap kebesaran Allah yang telah memberikan ilmu untuk tujuan mencapai KI-1, spiritual dan pengakuan terhadap awal kemampuan siswa; (2) Literature atau penelusuran pustaka. Penelusuran ini dilakukan oleh siswa dengan mempelajari materi dari sumber yang disediakan guru; (3) Quest atau menyelidiki/menganalisis. Kegiatan penyelidikan siswa terhadap beberapa objek, fakta, atau data dari materi yang sedang dipelajari dan kemudian menganalisisnya; (4) Unite atau menyatukan/menyintesis adalah kegiatan menggabungkan unsur yang memiliki kesamaan sifat atau karakteristik dari beberapa objek, fakta, atau data dari materi yang sedang dipelajari; (5) Refine atau menyaring merupakan kegiatan inti dari proses pembelajaran ATM karena siswa akan menyaring dan memilih hal-hal penting dari kegiatan unite; (6) Application atau penerapan. Siswa mengerjakan soal-soal Matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari menggunakan konsep Teorema Pythagoras; (7) Name atau menanamkan adalah kegiatan penutup dalam proses pembelajaran ATM.

Baca juga:   Mengenal Tembang Macapat sebagai Budaya Jawa

Setelah langkah-langkah dengan ATM dijalankan pada tahap pertama, guru memberikan angket kepada siswa untuk mengetahui seberapa peningkatan pemahan dan tanggapan siswa tentang metode yang diterapkan. Hasil dari angket yang dibagikan menunjukkan bahwa 95% siswa menyukai metode ATM dan 90% siswa mengalami peningkatan baik dalam segi nilai individu dalam kelompok maupun pemahamannya. Hal tersebut membuktikan keberhasilan penggunaan ATM pada pembelajaran matematika materi Teorema Pythagoras. (ips1/ton)

Guru Matematika SMPN 3 Patean Kendal

Author

Populer

Lainnya