Manik-Manik Mudahkan Belajar Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran di Sekolah Dasar yang dilakukan oleh guru bertujuan untuk mendidik dan membina siswa supaya menjadi manusia yang pandai dan memiliki perilaku yang baik sesuai norma. Pembelajaran juga dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui hubungan sesama peserta didik, peserta didik dengan guru,lingkungan dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006, salah satu tujuan dari mata pelajaran Matematika di tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK adalah agar peserta didik memiliki kemampuan pemahaman konsep Matematika,menjelaskan keterkaitan antara konsep dan mengaplikasikan konsep secara tepat dalam pemecahan masalah.

Berdasarkan hasil pembelajaran Matematika di kelas II SD Negeri Gayamsari 01 Tahun pelajaran 2019 / 2020 semester dua pada materi perkalian nilai rata-rata 60,00 dengan Kriteria Ketuntasan Minimal 65, dari 27 siswa sebanyak 11 siswa mendapatkan skor di bawah rata-rata. Terbukti saat siswa diberikan pertanyaan mengenai maksud dari 4X2 sebagian besar siswa menjawab 4+4=8, atau 3X5=3+3+3+3+3=15 bahkan ada anak yang tidak bisa menjelaskannya. Padahal kita ketahui bersama bahwa perkalian adalah penjumlahan berulang yang berarti 4X2 sama dengan 2+2+2+2=8 atau 3X5 sama dengan 5+5+5=15. Walaupun hasilnya sama namun pemahaman konsep harus diterapkan apalagi untuk siswa kelas II yang baru mengenal operasi hitung perkalian untuk pertamakalinya.

Baca juga:   Menumbuhkan Critical Thinking dalam Belajar IPA melalui PBL

Karena guru terkendala alat peraga pendukung kegiatan mengajar maka pembelajaran perkalian yang dilaksanakan masih bersifat menghafal saja. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah menggunakan alat peraga manik-manik. Secara teori mengutip pendapat Bruner bahwa belajar Matematika adalah belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur tersebut. Pemahaman atas suatu konsep beserta strukturnya menjadikan materi lebih mudah diingat dan dipahami. Maka pembelajaran Matematika harus ditekankan pada pemahaman konsep yang baik dan benar. Lebih-lebih pembelajaran di SD, siswa membutuhkan obyek-obyek konkret untuk mengidentifikasi konsep-konsep yang abstrak. Siswa membutuhkan media dan alat bantu berupa manik-manik dan gelas plastik untuk membantu memahamkan konsep perkalian.

Contoh bentuk pembelajaran yang dapat dilakukan adalah: 1) Siswa membentuk kelompok, 2) Guru menuliskan sebuah soal di papan tulis 5X3, 3) Siswa bersama kelompok diminta memasukkan manik-manik ke dalam gelas plastik. Konsep yang benar yaitu masing-masing kelompok menyiapkan 5 buah gelas plastik yang diisi dengan manik-manik sebanyak 3 buah pada masing-masing gelas. Untuk mengetahui sejauh mana siswa yang sudah paham maka guru dapat berkeliling mengecek tiap-tiap kelompok. 4) Setelah mencoba secara berkelompok, guru meminta siswa untuk mencoba sendiri-sendiri secara bergantian dengan soal yang berbeda-beda.

Baca juga:   Pemanfaatan Media WhatsApp Grouping dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Dengan latihan berulang-ulang,siswa dapat lebih mudah memahami konsep dasar perkalian. Pemahaman siswa semakin menguat melalui permainan-permainan yang mengharuskan siswa untuk menentukan jumlah manik-manik dan gelas plastik dengan tepat dan cepat. Penggunaan alat peraga yang tepat dapat mempengaruhi semangat dan motivasi siswa terhadap pelajaran Matematika materi perkalian. (ips1/ton)

Guru kls II SDN Gayamsari 01 Semarang

Author

Populer

Lainnya