Deotif Mudahkan Siswa Nembang Macapat

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tembang Macapat merupakan salah satu warisan budaya Jawa. Secara umum, macapat diartikan sebagai maca papat-papat (membaca empat-empat) yaitu cara membaca yang terjalin tiap empat suku kata. Tembang Macapat terdiri dari sebelas tembang. Sebelas tembang Macapat tersebut memberikan gambaran perjalanan kehidupan manusia sejak dalam kandungan hingga meninggal. Tembang Macapat tersebut antara lain Maskumambang (janin dalam rahim ibu), Mijil (lahir), Sinom (muda), Asmarandana (memadu asmara), Gambuh (kecocokan antara laki-laki dan perempuan), Dhandhanggula (menjadi manusia dewasa), Kinanthi (mendidik anak), Pangkur (prinsip dalam hidup), Durma (berderma), Megatruh (berpisahnya ruh dan raga), dan Pucung (dipocong atau meninggal). Dalam Tembang Macapat mengandung nilai-nilai moral, budi pekerti, dan petunjuk tentang perilaku yang harus dilakukan oleh manusia agar mendapat kemuliaan hidup dunia dan akhirat.

Tembang Macapat adalah bagian dari Tembang Jawa selain tembang dolanan. Tembang Jawa merupakan mata pelajaran muatan lokal (mulok) di Kabupaten Semarang. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa upaya pelestarian Tembang Macapat menghadapi kendala. Siswa beranggapan tembang Macapat memilik cengkok yang sulit adalah lagunya orang tua dan memiliki cengkok yang sulit. Kendala berikutnya yaitu minimnya media pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan keterampilan penyajian dan pemahaman makna yang terkandung dalam Tembang Macapat.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Menulis Pengalaman Pribadi dengan Peta Alur Pikiran (Mind Mapping)

Salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran Tembang Macapat adalah media pembelajaran berbasis deotif (video interaktif). Menurut Cheppy Riyana (2007 : 36) media video pembelajaran adalah media yang menyajikan audio dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi konsep, prinsip, prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran. Video interaktif bertujuan memancing siswa pada saat pembelajaran. Siswa akan merespon dari apa yang mereka lihat dan dengar, sehingga pesan dari isi materi yang terdapat dalam video akan dikonstruksi oleh otak siswa. Selanjutnya, menimbulkan timbal balik pada materi, yang akan menciptakan interaksi antara siswa dengan media pembelajaran.

Siswa SD Negeri Kupang 01 Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang khususnya kelas V sering memanfaatkan video interaktif ketika pembelajaran Tembang Macapat. Dengan deotif memungkinkan adanya komunikasi timbal balik antara video dengan siswa sebagai objeknya. Siswa menjadi tertarik dan mudah terpengaruh melalui indra yang terlibat saat memperhatikan deotif. Mereka dapat belajar teknik penyuaraan atau penyajian Tembang Macapat. Selain itu, mereka juga belajar makna yang terkandung dalam syair Tembang Macapat. Deotif dirasa mampu untuk menjembatani guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Makna Tembang Macapat mudah dipahami. Pemanfaatan deotif dapat menarik minat siswa, karena semua indra terlibat. Siswa menjadi semangat dalam memperhatikan materi pelajaran.

Baca juga:   Lestarikan Bahasa Jawa Lewat Misja

Keunggulan lain dari media pembelajaran deotif yaitu mengurangi peran guru. Guru hanya berperan sebagai fasilitator. Guru lebih hemat energi tidak perlu banyak ceramah. Media pembelajaran video interaktif merupakan solusi untuk menumbuhkan minat serta memotivasi siswa dalam belajar Tembang Macapat. (ips1/ton)

Guru SD Negeri Kupang 01, Kec. Ambarawa Kab. Semarang

Author

Populer

Lainnya