Mudah Pahami Materi Keberagaman Masyarakat Indonesia melalui Metode Jigsaw

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Keadaan masyarakat Indonesia yang beraneka ragam merupakan salah satu rahmat dan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada bangsa Indonesia. Keanekaragaman suku, agama, ras dan antargolongan perlu dipupuk dan dipelihara sehingga dapat memperkaya budaya bangsa dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Materi keberagaman masyarakat Indonesia merupakan materi kelas IX semester genap.

Rendahnya pemahaman materi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan oleh peserta didik akan berakibat pada rendahnya kualitas pembelajaran sehingga siswa kurang tertarik dan berminat penyampaian materi oleh guru, tak terkecuali peserta didik kelas XI SMPN 1 Karanganyar, maka dibutuhkan kreatifitas guru dalam proses pembelajaran. Guru perlu menggunakan pendekatan yang tepat yang bisa menarik perhatian siswa salah satunya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Adapun model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran ang terdiri dari beberapa anggota dalam kelompok. Menurut Sugiono (2012) tentang metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D Bandung Alfabeta. Tujuan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya untuk menciptakan rasa tanggung jawab individu untuk keberhasilan bersama dan saling berinteraksi dengan kelompok yang lain. Langkah-langkah model pembelajaran pada materi keberagam suku, agama, ras dan antargolongan sebagai berikut: pertama, guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dengan membuat penekanan tentang manfaat penggunaan model pembelajaran jigsaw. Kedua, membentuk kelompok belajar sesuai dengan ranking, misalnya dalam kelas 20 anak (1-5) ranking yang sangat baik, (6-10) ranking yang baik,(11-15) ranking yang sedang, dan (15-20) ranking yang rendah.

Baca juga:   Dengan Pendekatan Bermain dapat Tingkatkan Kebugaran Jasmani

Ketiga, membaginya menjadi 4 grup yang isi tiap grupnya heterogen dalam kemampuan materi. Keempat tiap kelompok diberi konsep tentang keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan sesuai dengan kemampuan peserta didik. Keempat, Kelima, keempat grup memiliki ahli dalam konsep-konsep tertentu selanjutnya guru mempersilakan anggota grup untuk mempresentasikan keahliannya dalam masing-maing grup satu per satu. Keenam, perwakilan masing-masing kelompok presentasi ke depan kelas ditanggapi kelompok yang lainnya. Kunci dari model pembelajaran jigsaw adalah kemandirian setiap peserta didik terhadap anggota kelompok yang memberikan informasi yang dibutuhkan. Dengan menggunakan metode jigsaw peserta didik dapat lebih mudah nenghafalkan suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan menghafalkan keberagaman agama serta mengerti persebaran ras/keturunan masyarakat di Indonesia.

Metode jigsaw sangat bermanfaat dan cukup baik untuk dikembangkan dalam dunia pendidikan pada peserta didik. Demikian yang terjadi pada peserta didik kelas IX SMP N 1 Karanganyar sehingga dapat memberikan rasa tanggung jawab, kerja sama, dapat berinteraksi dengan peserta didik yang lain untuk melatih percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya. Namun guru juga dituntut untuk kreatif agar proses pembelajaran lebih menarik diminati dan tidak monoton. Ke depan diharapkan peserta didik khususnya di SMPN 1 Karanganyar dapat menjadi generasi muda yang tangguh, tanggung jawab, mengakui keberagaman, percaya diri dan terampil. (gm2/lis).

Baca juga:   Kendala Pembelajaran Matematika dengan Metode Daring

Guru PPKn SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya