Virtual Laboratory untuk Pratikum Fisika di Masa Pandemi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 telah membawa dampak perubahan yang signifikan pada kehidupan, tak terkecuali di dunia pendidikan. Dengan adanya Covid-19 pemerintah telah memberlakukan pembelajaran via daring. Guru juga melakukan pembelajaran dari rumah (teaching from home).

Pembelajaran daring baru-baru ini menjadi terobosan di masa pandemi Covid-19. Kita belum mengetahui kapan wabah Covid-19 akan berakhir. Maka dari itu penting bagi pendidik untuk merencanakan pembelajaran secara matang. Penyampaian materi secara daring terkadang menjadi tantangan tersendiri untuk pendidik maupun anak didik.

Ada beberapa dari siswa yang mengeluhkan kurangnya pemahaman materi yang disampaikan oleh guru dengan pembelajaran daring, hal ini berkaitan dengan ketersediaan sarana dan waktu. Terlebih lagi dengan mata pelajaran sains yang sejatinya tidak terlepas dari kegiatan praktikum. Selama ini praktikum sains sering dilaksanakan di laboratorium sekolah. Namun selama pandemi ini pratikum ditiadakan.

Namun, pada era digital ini pendidik tidak perlu khawatir karena teknologi menawarkan banyak inovasi dalam bidang pembelajaran. Pendidik dapat memanfaatkan virtual laboratory sebagai sarana untuk melakukan praktikum. Salah satu virtual laboratory yang dapat diakses secara gratis yaitu phet.colorado.edu yang menyediakan berbagai praktikum sains secara virtual (fisika, kimia, biologi, matematika). Virtual laboratory dapat diakses menggunakan smartphone maupun komputer. Virtual laboratory memiliki banyak manfaat, di antaranya siswa dapat melakukan manipulasi variabel penyelidikan tanpa takut melakukan kesalahan, meningkatkan penguasaan konsep, dan siswa dapat melakukan eksperimen kapan saja dan di mana saja tanpa memerlukan jaringan internet dengan catatan telah men-download aplikasi virtual laboratory.

Baca juga:   Pembelajaran Akuntansi Aktiva Tetap dengan Model Stap

Virtual Laboratory atau PhET merupakan salah satu simulasi interaktif fenomena-fenomena fisis, berbasis riset yang diberikan secara gratis. Dikembangkan oleh tim di Universitas Colorado sejak tahun 2012, hingga kini telah menghasilkan lebih dari 360 juta simulasi, baik dalam bidang Fisika, Kimia, Biologi, Ilmu Kebumian dan Matematika. Pihak pengembang PhEt meyakini bahwa dengan pendekatan berbasis riset, yang menggabungkan hasil penelitian sebelumnya dan yang dilakukan mereka sendiri memungkinkan peserta didik untuk menghubungkan fenomena kehidupan nyata dan ilmu yang mendasarinya, yang akhirnya dapat memperdalam pemahaman dan meningkatkan minat mereka terhadap sains (Gurria, 2016).

Untuk ekplolasi secara kuantitatif, simulai PhET ini memiliki alat-alat ukur di dalamnya seperti penggaris, stopwatch, voltmeter dan termometer. Simulasi PhET juga dapat digunakan baik mode online maupun mode offline. Namun dengan syarat komputer yang digunakan mempunyai aplikasi Java dab Flash. Sisamping itu ada juga fitur “Teacher Idea and Activities” untuk membantu guru dan siswa melakukan kegiatan sesuai kategori yang ada.

Dengan adanya Phet ini sangat membantu para guru sains tak terkecuali penulis sebagai guru fisika di SMA Negeri 3 pemalang yang harus tetap melaksanakan pratikum di tengah physical distancing. (dar1/ton)

Baca juga:   Video Pembelajaran Efektifkan Belajar Sejarah

Guru Fisika SMA Negeri 3 Pemalang

Author

Populer

Lainnya