Bimbingan Karir Menentukan Masa Depan Siswa SMA

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bimbingan karir merupakan salah satu bentuk bimbingan yang terpadu pelaksanaannya dalam layanan bimbingan konseling di sekolah. Bimbingan karir merupakan salah satu bidang layanan bimbingan yang setara dengan tiga layanan bimbingan lainnya yaitu bimbingan belajar, bimbingan sosial, dan bimbingan pribadi.

Di dalam setting sekolah, bimbingan karir dipandang sebagai proses perkembangan yang berkelanjutan dalam upaya membantu individu mempersiapkan karir melalui intrvensi kurikuler yang berkaitan dengan; perencanaan karir, pengambilan keputusan, pengembangan keterampilan mengatasi masalah, informasi karir dan pemahaman diri, pemahaman sikap positif terhadap semua jenis pekerjaan, serta mengembangkan kebiasaan hidup yang positif.

Peran dan tugas konselor tidak sekadar membimbing siswa dalam menentukan pilihan-pilihan karirnya, tetapi dituntut pula untuk membimbing siswa agar dapat memahami diri dan lingkungannya dalam rangka perencanaan karir dan penetapan karir pada kehidupan di masa mendatang. Sejalan dengan kemajuan bidang teknologi informasi, bimbingan karir merupakan salah satu bidang bimbingan yang telah berhasil mempelopori pemanfaatan teknologi informasi, dalam bentuk cyber counseling.

Baca juga:   Redesain Layanan Bimbingan dan Konseling

Secara umum tujuan diselenggarakannya bimbingan karir di SMA menurut Sukardi (1985:31-34) adalah membantu siswa dalam pemahaman dirinya dan lingkungannya, dalam pengambilan keputusan, perencanaan, dan pengarahan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada karir dan cara hidup yang memberikan rasa kepuasan karena sesuai, serasi dan seimbang dengan dirinya dan lingkungannya.

Tujuan bimbingan karir di SMA Negeri 3 Pemalang di antaranya: Pertama, agar siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang dirinya sendiri (self concept). Pemahaman diri (konsep diri) adalah merupakan citra diri sendiri. Hal ini nantinya sebagai langkah awal dalam menentukan karir yang tepat bagi siswa sehingga tercipta adanya sikap kemandirian siswa dalam memilih karir yang sesuai dengan pemahaman dirinya. Kedua, agar siswa dapat meningkatkan pengetahuannya tentang dunia kerja. Pemahaman tentang dunia kerja meliputi pemahaman tentang informasi berbagai persyaratan penerimaan dalam dunia kerja, isi serta sifat suatu lapangan kerja, situasi pekerjaan termasuk dalam aspek sosial, fisik, administrasi, masa depan suatu pekerjaan, organisasinya, serta gaya hidup dalam suatu jabatan dengan dirinya. Ketiga, agar siswa dapat mengembangkan sikap dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja serta menghadapi hambatan-hambatan yang mungkin timbul yang disebabkan oleh dirinya sendiri dan faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Keempat, agar siswa dapat meningkatkan ketrampilan berpikir dalam mengambil keputusan tentang jabatan yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja. Melalui bimbingan karir siswa akan diarahkan dalam mengenal diri dan kemampuannya untuk memahami diri dan senantiasa mampu meningkatkan kemampuannya, melatih dalam merencanakan karirnya sehingga dengan demikian siswa menjadi terlatih dan bersikap dewasa dalam berpikir dan merencanakan karirnya. Kelima, agar siswa dapat menguasai ketrampilan dasar yang penting dalam pekerjaan, terutama kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, berprakarsa dan sebagainya. (dar2/ton)

Baca juga:   Cyber Counseling Inovasi Layanan Bimbingan dan Konseling di Era 4.0

Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 3 Pemalang

Author

Populer

Lainnya