Belajar Pergerakan Lempeng Tektonik Mudah dengan Simulasi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAJARAN Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas VII SMP terutama dalam kompetensi dasar (KD) Lapisan Bumi, terdapat materi pergerakan lempeng tektonik dan penyebabnya. Materi pelajaran ini cukup abstrak dan sulit bagi siswa untuk memahaminya. Karena itulah, penulis berusaha mencari metode pembelajaran yang tepat. Yakni dengan menggunakan metode Simulasi pada pembelajaran materi penyebab pergerakan lempeng tektonik. Yaitu mensimulasikan konveksi inti bumi sebagai penyebab pergerakan lempeng tektonik.

Metode simulasi merupakan salah satu metode pembelajaran yang memberikan penyajian berupa pelajaran dengan menggunakan situasi maupun suatu proses yang nyata. Dalam metode jenis ini, siswa diminta terlibat secara aktif dalam melakukan interaksi dengan situasi yang ada di sekitar lingkungannya. Siswa diminta untuk menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh atau yang telah dipelajari sebelumnya. (Nursalam dan Efendi F, 2008).

Prinsip utama dari teori tektonik lempeng adalah bumi ini tersusun oleh lempeng-lempeng yang bergerak. Adanya pergerakan lempeng ini disebabkan oleh adanya arus konveksi, yaitu berupa perpindahan energi panas yang terjadi di lapisan astenosfer. Karena semua lempeng-lempeng tersebut bergerak, maka terjadilah interaksi antara satu lempeng dengan lempeng lainnya, interaksi tersebut berpusat di sepanjang batas dari lempeng-lempeng itu. Ada yang berbenturan, ada yang saling menjauh dan ada yang bergeser. Setiap interaksi antarlempeng itulah yang kemudian menimbulkan dinamika di bumi ini, baik perubahan morfologi, aktivitas vulkanisme, gempa bumi, tsunami dan sebagainya (Duarte dkk, 2016).

Baca juga:   Memilih Metode Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

Pelaksanaan pembelajaran materi pergerakan lempeng tektonik dengan menggunakan metode simulasi konveksi inti bumi, dilaksanakan di kelas VII SMPN 28 Semarang pada semester genap. Praktik simulasi konveksi inti bumi ini dilaksanakan secara berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas 4 anak. Alat dan bahan yang digunakan, 1) gelas kimia 1000 ml atau panci bening. 2) Kaki tiga dan kasa. 3) Pembakar spiritus/bunsen. 4) Pewarna makanan. 5) Kertas HVS. 6) Gunting.

Adapaun cara kerjanya, 1) siswa menggambar bentuk benua pada kertas HVS. 2) Siswa memotong kertas tersebut sehingga membentuk sebuah benua. 3) Siswa mengisi gelas kimia atau panci bening dengan air sebanyak 800ml. 4) Siswa meletakkan kasa di atas kaki tiga. 5) Siswa menyalakan api pada pembakar spiritus/bunsen dan meletakkannya di bawah kaki tiga. 6) Siswa memanaskan gelas kimia/panci bening di atas kaki tiga dan kasa. 7) Siswa meneteskan pewarna makanan ke dalam air. 8) Siswa meletakkan potongan kertas di permukaan air. 9) Siswa mengamati perubahan yang terjadi hingga air mendidih dan mencatat hasil pengamatannya. Setelah simulasi selesai, siswa dalam kelompoknya mendiskusikan hasil pengamatannya untuk menggambarkan proses yang terjadi pada percobaan tersebut dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Baca juga:   Indahnya Berbagi dalam Pembelajaran dengan Think Pair Share

Dari praktik simulasi konveksi inti bumi yang telah dilakukan, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata bagaimana proses terjadinya konveksi inti bumi yang menyebabkan pergeseran lempeng tektonik. Sehingga siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep tersebut. Metode simulasi dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk menjelaskan konsep-konsep yang masih abstrak dan relatif sulit bagi siswa. (dar2/ida)

Guru IPA SMPN 28 Semarang

Author

Populer

Lainnya