Menghafal Aksara Jawa dengan Media Gambar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menciptakan sistem lingkunggan belajar yang lebih kondusif dalam proses pembelajaran merupakan faktor yang turut mempengaruhi keberhasilannya pencapaian tujuan pendidikan. Sistem lingkungan belajar dipengaruhi oleh sumber daya manusia yaitu guru dan peserta didik, serta lingkungan belajar dan perangkat pendukung yang akan dijadikan media pembelajaran.

Media pembelajaran saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media pembelajaran dianggap sebagai salah satu sumber belajar yang ikut membantu guru dalam memperkaya wawasan peserta didik serta berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang ingin disampaikan.

Banyak media yang dapat digunakan dalam pembelajaran salah satunya adalah media gambar. Gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan atau pikiran. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran diharapkan peserta didik akan termotivasi, bergairah, berminat dan dapat meningkatkan aktivitas belajarnya sehingga dapat dengan mudah memahami materi yang diajarkan. Proses pembelajaran dengan menggunakan media yang dapat menciptakan suasana belajar peserta didik aktif dan kreatif serta mengembangkan kemampuan berpikir dan lebih memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengalami, mencoba, merasakan serta menemukan sendiri apa yang dipelajari.

Baca juga:   Motivasi Belajar PAIBP Meningkat dengan Media Kartu Berwarna

Media gambar merupakan media visual yaitu media yang hanya dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media inilah yang sering digunakan oleh guru untuk membantu menyampaikan isi atau materi pelajaran. Media visual terdiri atas media yang tidak dapat diproyeksikan dan media yang dapat diproyeksikan bisa berupa gambar diam atau bergerak. Gambar dapat dipergunakan baik dalam lingkungan anak-anak maupun orang dewasa. Gambar yang berwarna umumnya menarik perhatian. Semua gambar mempunyai arti, uraian dan tafsiran tersendiri.

Situasi peserta didik di kelas 7H SMPN 31 Semarang masih memiliki minat yang rendah. Hal ini terlihat saat pembelajaran, peserta didik asyik bermain sendiri, berbicara dengan teman-temannya, tidak fokus mengikuti pelajaran, dan jika diberikan pertanyaan cenderung tidak aktif dalam menjawab pertanyaan dari guru. Sedangkan dalam pembelajaran guru banyak menggunakan pembelajaran yang masih konvensional.

Dari faktor yang menyebabkan rendahnya minat belajar peserta didik tersebut maka media gambar dipilih sebagai media dalam pembelajaran Bahasa Jawa untuk meningkatkan minat belajar peserta didik dalam menghafal aksara Jawa. Dari permasalahan tersebut guru harus mempunyai teknik dan media yang tepat agar peserta didik mudah memahami materi pembelajaran yang ingin disampaikan. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai harapan. Dalam memilih media pembelajaran guru perlu menyesesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi. Salah satu media pembelajaran yang digunakan yaitu media gambar.

Baca juga:   Siswa SMP Enggan Berbahasa Jawa Krama

Langkah yang dilakukan dalam menggunakan media gambar yaitu 1) Guru menggunakan media gambar sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik, 2) Guru memperlihatkan gambar Aksara Jawa kepada peserta didik di depan kelas, 3) Guru menerangkan pelajaran menggunakan gambar, 4) Guru menggarahkan perhatian peserta didik pada sebuah gambar sambil mengajukan pertanyaan kepada peserta didik secara satu persatu, 5) Guru memberikan tugas kepada peserta didik.

Dengan demikian media gambar yang diterapkan dalam pembelajaran yang dilakukan dikelas 7H dapat menumbuhkan suasana belajar yang baru. Pemanfaatan media pembelajaran dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, memfasilitasi proses interaksi antara peserta didik dengan guru dan antar sesama peserta didik. (on2/ton)

Guru SMPN 31 Semarang

Author

Populer

Lainnya