Lima Karakter Harus Ditanamkan Sejak Dini

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN karakter telah lama menjadi perhatian pemerintah. Dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 (satu) antara lain disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Secara formal pendidikan karakter memiliki definisi sebuah sistem pendidikan yang sistematis dan direncanakan untuk mendidik dan juga memberdayakan dan mengembangkan potensi peserta didik guna membangun karakter pribadinya sehingga mereka bisa tumbuh menjadi individu yang bisa memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, dan juga lingkungan sekitarnya. Beberapa ahli pun juga mengemukakan pendapatnya mengenai definisi pendidikan karakter, antara lain:

Theodore Roosevelt pernah mengatakan“mendidik pikiran seseorang tanpa mendidik moralnya sama saja dengan mendidik ancaman terhadap lingkungan masyarakat”. Artinya orang yang cerdas dan memiliki daya intelegensi yang tinggi apabila memiliki moral yang rendah maka ia justru bisa menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakatnya. Karena tanpa moral yang benar, seseorang bisa melakukan hal yang berbahaya dan membuat rugi banyak orang dengan ilmu dan keahlian yang dimilikinya. Maka dari itu sangat penting bagi lingkungan sekolah untuk menekankan pendidikan karakter pada peserta didik sejak usia atau tingkat pendidikan yang awal.

Baca juga:   Cegah dan Tuntaskan Kenakalan Remaja dengan Pendidikan Karakter

Lima karakter wajib ditanamkan pada moral anak yang diterapkan di SDN 2 Kadilangu: Karakter religious. Nilai agama adalah sumber dari pendidikan karakter dan juga moral yang berlaku di sekolah kami. Hal ini karena karakter religius adalah karakter paling dasar yang ada pada diri seseorang dan bisa menjadi langkah awal dalam mengembangkan sifat, sikap, dan juga perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan terutama pada masa perkembangan peserta didik selanjutnya. Sejak dini anak harus ditanamkan mana yang merupakan perintah Allah SWT yang harus dia ta’ati dan mana yang merupakan laranganNya yang harus dia jauhi dan tingglkan.

Karakter cinta hidup bersih dan sehat. Dalam nilai agama Islam dikenal kebersihan merupakan sebagian dari iman karena dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, kita menjaga ciptaan dan anugerah Allah SWT yang telah diberikan kepada manusia. Kebersihan pada diri sendiri tidak hanya mengenai sanitasi tapi juga berkaitan dengan mendidik anak agar memiliki pribadi yang sehat dan jiwa yang kuat.

Sikap peduli. Yaitu sikap dan juga tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan pada orang lain yang membutuhkannya. Memiliki sikap yang peduli dan mudah memberikan bantuan adalah karakter yang disukai banyak orang. Anak akan dididik untuk memiliki sifat yang ringan tangan karena membantu orang yang membutuhkan bantuan adalah salah satu nilai yang juga diajarkan dalam agama Islam.

Sikap Jujur. Kejujuran merupakan investasi yang bisa menjadi modal dasar bagi seseorang untuk memiliki hubungan komunikasi yang sehat dan efektif dengan orang lain. Peserta didik yang sudah diajarkan untuk bersikap dan berkata jujur sejak dini akan lebih mudah untuk diterima di tengah masyarakat yang mendambakan kejujuran pada karakter setiap orang. Di tingkat sekolah perilaku yang jujur bisa dicerminkan dengan menekankan pentingnya untuk tidak curang saat mengerjakan ujian, berani untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, membuat kantin kejujuran, mengerjakan tugas sendiri, boleh dibantu tapi tidak boleh menjiplak, dan sebagainya.

Baca juga:   Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Siswa Zaman Now

Sikap cinta tanah air. Memiliki karakter cinta tanah air artinya adalah memiliki cara berpikir, cara bertindak, dan juga memiliki wawasan untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadinya maupun kepentingan atas kelompok atau golongan tertentu.

Karakter merupakan salah satu hal yang dapat diubah dalam diri seseorang. Pendidikan karakter yang diperkenalkan sejak dini dapat melatih siswa dalam menghadapi permasalahan-permasalah sosial yang sering timbul di lingkungan masyarakat. Siswa mulai belajar mengendalikan sikap egosentrisme, saling bekerja sama, menghormati, menghargai perbedaan, dan peduli terhadap orang lain. Sikpa-sikap tersebut juga dapat melatih siswa untuk mulai memilah mana yang benar dan mana yang salah. Sehingga siswa dapat belajar mengendalikan diri sehingga tidak mengikut arus negative dalam menghadapi era modern saat ini. (on1/zal)

Guru SDN 2 Kadilangu

Author

Populer

Lainnya