Teknik Rekam dan Edit sebagai Sarana Memproduksi Drama Pertunjukan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Adanya pandemi Covid-19 menjadikan siswa harus belajar dari rumah (BDR) sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara nyata tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Ini karena mengikuti anjuran pemerintah untuk membatasi kontak fisik maupun kontak sosial atau lebih dikenal istilah physical distancing dan social distancing.

Pun demikian siswa SMA mengalami hal yang sama. Dan berimbas terhadap ketercapaian kompetensi dasar yang harus terselesaikan. Apakah dapat tercapai secara maksimal atau sekedar selesai tetapi kompetensi yang dikuasai hanya setengah-setengah? (baca yang penting melaksanakan BDR).

Penulis mengajar di SMA N 5 Semarang selama kurang lebih tiga bulan melakukan Pembelajaran Jarak Jauh. Beberapa aplikasi pembelajaran tatap muka dari yang paling sederhana misalnya menggunakan whatsapp sampai dengan aplikasi yang rumit sudah dilakukan. Dari beberapa aplikasi tersebut apabila hanya untuk menyampaikan materi yang terdapat dalam setiap KD dapat tersampaikan dengan baik artinya siswa dan guru nyaman dan asyik ketika BDR berlangsung.

Namun demikian apakah materi-materi tersebut hanya sekadar disampaikan tanpa kita mengetahui apakah kompetensi tersebut dapat tercapai? Jawabannya pasti belum tahu apabila belum melaksanakan penilaian.

Baca juga:   Membangun Entrepreneurship Guru Swasta

Untuk K-13 penilaian mencakupi tiga ranah yaitu penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan. Sesuai dengan judul artikel ini penulis menyoroti penilaian aspek keterampilan terutama untuk KD mempertunjukan tokoh dalam drama. Bagaimana caranya apakah dengan Pembelajaran Jarak Jauh KD ini dapat dinilai? Jawaban adalah dapat dilakukan yaitu dengan menggunkan teknik rekam dan edit. Mengapa karena ini merupakan praktik baik berdasarkan pengalaman yang penulis lakukan.Tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut.

Setelah siswa menguasai teori dan teknik drama tahap berikutnya adalah membentuk kelompok, tiap kelompok menyiapkan naskah drama, membagi peran untuk masing-masing anggota kelompok, masing-masing kelompok saling berkomunikasi dalam jaringan untuk membahas pertunjukan drama yang akan mereka buat. Tahap berikutnya masing-masing anggota kelompok merekam adegan sesuai tokoh yang diperankan. Setelah masing-masing anggota merekam secara individu, hasil rekaman dikirim pada anggota kelompok yang ditunjuk untuk mengeditnya dengan menambahkan caption ataupun musik sehingga drama menjadi lebih hidup dan menarik.

Memadukan dan mengedit adegan dari masing-masing pemeran dapat menggunakan aplikasi edit rekam yang mereka kuasai. Atau dengan membaca petunjuk aplikasi tersebut di internet. Dan yang pasti guru juga harus siap menerima dan menjawab pertanyaan siswa apabila mereka mengalami kesulitan dalam proses pembuatan video drama tersebut.
Setelah video siap untuk dinilai siswa dapat mengunggahnya di youtube dan memberikan alamat linknya kepada guru pengajar untuk menilainya. (gml2/ton)

Baca juga:   Belajar Materi Getaran dengan Metode Eksperimen Media Bandul Sederhana

Guru Bahasa Indonesia di SMA N 5 Semarang

Author

Populer

Lainnya