Mudah Pahami Tekanan Gas dengan Cuka dan Soda Kue

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Materi IPA konsep tekanan merupakan materi yang menjadi momok bagi peserta didik, khususnya kelas VIII D di SMP Negeri 1 Bandar, Kabupaten Batang. Hal ini dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya adalah kurangnya pemahaman yang benar mengenai konsep dasar tentang wujud zat dan sifat-sifatnya, khususnya zat gas. Karena yang memiki tekanan tidak hanya zat padat dan zat cair saja.

Sebagian besar peserta didik ketika ditanya apakah zat gas itu memiliki massa, mereka menjawab tidak. Apa yang terjadi jika balon ditiup terus-menerus? Mereka semua menjawab meletus. Apa hubungan antara massa zat dengan tekanan? Apakah zat gas itu juga mengadakan tekanan terhadap ruang atau wadahnya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu peserta didik tidak cukup dijelaskan dengan kata-kata saja. Akan tetapi harus dibuktikan dengan praktik secara langsung.

Untuk membuktikan bahwa zat gas itu juga melakukan tekanan dapat digunakan bahan yang sangat sederhana, yaitu cuka, soda kue dan balon. Praktik ini bertujuan untuk membuktkan bahwa zat gas melakukan tekanan pada dinding-dinding wadahnya akibat dari massa gas. Semakin besar massa gas, maka tekanan yang dihasilkan juga semakin besar. Hal ini sesuai bunyi hukum Boyle yang menyatakan bahwa hasil kali tekanan dan volume suatu gas dalam ruang tertutup adalah konstan selama suhu gas tersebut tidak berubah.

Baca juga:   Peningkatan Keaktifan Peserta Didik pada Pembelajaran IPA melalui Strategi LSQ

Praktik dapat dilakukan secara berkelompok yang terdiri atas 3 – 4 peserta didik. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain: tiga botol mineral 500 ml, gelas ukur 250 ml, sendok makan, tiga balon, cuka dapur, dan soda kue/baking powder. Kegiatan praktik dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut: Pertama, memasukkan cuka dapur pada botol mineral satu sebanyak 20 ml. Kedua, memasukkan satu sendok soda kue ke dalam balon satu . Ketiga, menutup mulut botol mineral yang berisi cuka dengan balon yang sudah diisi soda kue. Kocok botol mineral yang berisi cuka dan soda kue. Amati apa yang terjadi dengan balon? Keempat, mengulangi langkah pertama, kedua, dan ketiga dengan menambah soda kue tiga sendok pada botol mineral dua dan lima sendok pada botol mineral tiga. Bandingkan ukuran balon yang terbentuk?

Dari praktik tekanan gas di ruang tertutup dapat ditambahkan pertanyaan: Pertama, mengapa cuka ditambah soda kue dapat membuat balon mengembang? Kedua, gas apa yang menyebabkan balon mengembang? Ketiga, balon mana yang ukurannya paling besar di antara botol mineral satu, dua, dan tiga? Keempat, tuliskan persamaan reaksi antara cuka dan soda kue? Kemudian peserta didik secara berkelompok melakukan diskusi dan mencari literatur tentang persamaan reaksi antara cuka dan soda kue di buku siswa IPA kelas VIII semester dua.

Baca juga:   Bergembira dengan Klasifikasi Dikotom, Walau PJJ

Dari hasil praktik yang dilakukan peserta didik, 6 dari 8 kelompok menghasilkan balon yang mengembang dengan urutan yang benar, di mana semakin banyak soda kue yang bereaksi dengan cuka, maka gas yang terbentuk akan semakin banyak. Kemudian gas akan mengadakan tekanan pada dinding – dinding balon, sehingga balon akan mengembang lebih besar.Hal ini terjadi karena adanya reaksi kimia antara cuka dan soda kue menghasilkan gas karbondioksida (CO2). Dan dapat disimpulkan bahwa tekanan gas di dalam balon dipengaruhi oleh banyaknya cuka dan soda kue yang bereaksi.

Ada rasa bahagia terutama bagi penulis sebagai guru IPA SMP ketika peserta didik berhasil membuktikan konsep-konsep fisika, terutama tekanan pada zat gas yang baru saja dipelajari walaupun dengan cara sederhana.Terjadi penambahan konsep baru yang benar sesuai hasil pembuktian mereka sendiri melalui pembelajaran dengan metode praktik. Dengan menggunakan cuka dan soda kue dapat membuktikan adanya tekanan pada zat gas. Hal ini telah dibuktikan oleh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar. (ips1/aro)

Guru IPA SMP Negeri 1 Bandar, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya