Media Animasi Bikin Belajar PAI Makin Asyik

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATA pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) seringkali dianggap sebagai pelajaran yang dianggap pelajaran yang sepele. Para siswa sering berasumsi pelajaran PAI adalah pelajaran yang penuh dengan hafalan.dan praktek.

Metode hafalan dan praktek yang diterapkan dalam pembelajaran PAI tanpa mengkaji makna dalam materi yang disampaikan tentu saja bertentangan dengan tujuan PAI yang sebenarnya. Mengingat bahwa PAI merupakan ilmu yang mempelajari semua hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Hasan Al Banna berpendapat bahwa tujuan PAI adalah terbentuknya pibadi-pribadi muslim yang mampu mengatasi berbagai persoalan dan problem yang terjadi dilingkungan masyarakat (Pemikiran Pendidikan Islam:421).

Penggunaan metode pembelajaran yang masih terkesan konvensional pada pembelajaran sehari-hari semakin mencerminkan pembelajaran yang monoton dan tidak menarik, sehingga menjadi salah satu penyebab rendahnya antusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Tentunya hal itu menyebabkan tujuan pembelajaran PAI tidak dapat tercapai. Pesan dalam materi tidak dapat tersampaikan dengan baik kepada peserta didik. Hal ini juga terjadi dalam kegiatan pembelajaran PAI di sekolah yang penulis ampu.

Media pembelajaran merupakan salah satu hal yang penting untuk meningkatkan antusias peserta didik. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi / materi pembelajaran seperti: buku, film, video, dan sebagainya.

Baca juga:   Kutika Tingkatkan Pemahaman Konsep Materi Relasi dan Fungsi

Berkaca dari fonemena diatas, Penulis mencoba metode baru menggunakan media visual berupa animasi dalam kegiatan pembelajaran di SDN 2 Jampiroso Temanggung khususnya kelas I yang notabene masih membutuhkan pembelajaran yang menyenangkan. Pada Kisah Nabi dengan menggunakan media pembelajaran dengan menayangkan serial animasi. Tujuannya agar antusiasme peserta didik meningkat dengan menayangkan serial favorit merekayaitu serial animasi Upin dan Ipin. Kebetulan tema yang terdapat di serial tersebut seuai materi yang akan disampaikan. Serial Upin dan Ipin berjudul “Kisah Nabi” menceritakan tentang kisah Nabi.

Langkah pertama yang dilakukan adalah siswa mengamati serial animasi yang ditayangkan pada layar proyektor. Guru memberikan rangsangan berupa pertanyaan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Siswa secara berkelompok menjawab pertanyaan dari hasil pengamatan. Jawaban yang disampaikan oleh siswa mencerminkan bahwa mereka dengan mudah menguasai materi melalui media pembelajaran tersebut. Siswa dengan mudah dapat mengambil kesimpulan materi dari hasil pengamatan. Antusias siswa terlihat dari keseriusan mereka dalam mengikuti pelajaran. Selain mengikuti pembelajaran dengan suasana yang menyenangkan, peserta didik secara langsung dapat mengambil contoh secara nyata. Tidak seperti ketika mereka hanya membaca dan mendengarkan guru saja.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Tata Cara Berwudu dengan Demonstrasi dan Tepuk Wudu

Setelah itu, siswa menceritakan dengan detail bagaimana kisah nabi. Penulis merasa bahwa dengan menggunakan media yang tepat dan menarik akan meningkatkan antusiasme peserta didik. Terlihat dari seluruh siswa yang mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Setelah dilakukan penilaian, terlihat peserta didik dengan mudah dapat menguasai materi. Dari jumlah siswa 25 anak yang belum menggunakan media pembelajaran hanya 50 % yang mencapai KKM ( Kriterian Ketuntasan Minimal ) 75, kemudian meningkat menjadi 95 %.

Tujuan pembelajaran PAI yang sebenarnya dapat tercapai dengan baik. Tidak hanya kemampuan menjawab soal tapi peserta didik juga mampu menyampaikan informasi yang didapatnya. Peserta didik dapat mengembangkan diri agar peka terhadap permasalahan social yang terjadi di masyarakat dalam kehidupan sehari – hari. Peserta didik juga dengan mudah mencari solusi dalammemecahkan masalah social yang terjadi di masyarakat bukan hanya sekedar hafalan. Pesan yang terdapat dalam materi juga dapat tersampaikan dengan baik. (ips1/zal)

Guru PAI SDN 2 Jampiroso, Kabupaten Temanggung

Author

Populer

Lainnya