Problem Posing Tingkatkan Keaktifan Belajar Trigonometri

spot_img

RADARSEMARANG.ID, POKOK bahasan trigonometri tingkat SMA menuntut siswa untuk dapat menggunakan perbandingan,fungsi,persamaan dan identitas trigonometri dalam pemecahan masalah.Trigonometri juga membutuhkan kecermatan dan ketelitian dalam menghitung.Trigonometri sering menjadi hal yang membuat malas belajar siswa karena terlalu banyak rumus yang termuat didalamnya.Demikian juga yang dialami siswa SMAN 1 Geyer kabupaten Grobogan yang mengatakan kesulitan untuk memahami trigonometri karena rumus terlalu banyak dan sulit untuk menghafal rumusnya.

Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan pada trigonometri ini adalah model pembelajaran problem posing. Pemilihan dan penerapan model pembelajaran problem posing ini akan mempengaruhi cara belajar siswa yang semula cenderung untuk pasif kearah yang lebih aktif serta dapat meningkatkan keterampilan berfikir siswa.Karena model problem posing adalah model pembelajaran yang mewajibkan siswa untuk mengajukan atau membuat soal sendiri melalui belajar soal atau berlatih soal secara mandiri. Problem posing dalam hal ini merupakan tugas yang meminta siswa untuk mengajukan atau membuat soal atau masalah trigonometri berdasarkan informasi yang diberikan, sekaligus menyelesaikan soal atau masalah yang dibuat tersebut. Problem posing diberikan setelah siswa menyelesaikan suatu masalah trigonometri Dengan demikan, siswa dapat mengembangkan kreativitasnya.

Baca juga:   Pembelajaran Anak Usia Dini dengan Metode NHT

Macam-macam problem posing dalam Bambang Priyo Darminto (2009: 14) adalah:
Pertama ,Problem Posing tipe Pre Solution Posing,yaitu siswa membuat pertanyaan dan jawabannya berdasarkan pertanyaan yang dibuat oleh guru. Jadi yang diketahui pada soal itu dibuat guru, sedangkan siswa membuat pertanyaan dan jawabannya sendiri..Kedua Problem Posing tipe Within Solution Posing yaitu siswa memecahkan pertanyaan tunggal dari guru menjadi sub-sub pertanyaan yang relevan dengan pertanyaan guru.ketiga Problem Posing tipe Post Solution Posing yaitu siswa membuat soal yang sejenis dan menantang,seperti yang dicontohkan guru. Siswa harus bisa menemukan jawabannya.

Langkah-langkah pembelajaran problem posing secara berkelompok adalah:
Pertama :Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa untuk belajar ,Kedua: Guru menyajikan informasi baik secara ceramah atau tanya jawab selanjutnya memberi contoh cara pembuatan soal dari informasi yang diberikan. Ketiga:guru membentuk kelompok belajar antara 5-6 siswa yang bersifat heterogen,guru membimbing kelompok-kelompok yang mengalami kesulitan dalam membuat soal dan menyelesaikannya;Keempat: Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari dengan cara masing-masing kelompok mempersentasikan hasil pekerjaannya; Kelima:Guru memberi penghargaan kepada siswa atau kelompok yang telah menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik.

Baca juga:   Dengan Kartu Soal Belajar Matematika Menjadi Lebih Menarik

Kelebihan Problem Posing antara lain.Pertama, kegiatan pembelajaran tidak terpusat pada guru,, tetapi dituntut keaktifan siswa,Kedua,minat siswa dalam pembelajaran trigonometri lebih besar karena siswa lebih mudah memahami soal yang dibuat sendiri sehingga bisa memahami konsepnya dan mudah untuk menghafalkan rumusnya Ketiga,semua siswa terpacu untuk terlibat secara aktif dalam membuat soal,dengan membuat soal dapat menimbulkan dampak terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah,Keempat, merangsang siswa untuk memunculkan ide yang kreatif .Kelima,siswa dapat memahami soal sebagai latihan untuk memecahkan masalah.

Kekurangan Problem Posing antara lain persiapan guru lebih karena menyiapkan informasi apa yang dapat disampaikan,waktu yang digunakan lebih banyak untuk membuat soal dan penyelesaiannya sehingga materi yang disampaikan lebih sedikit.

Model Problem Posing memiliki banyak kelebihan sehingga bisa diterapkan dalam pembelajaran trigonometri.Meskipun model problem posing ada kekurangan tapi masih bisa diatasi dengan memilih materi yang cocok. Dengan model problem posing diharapkan prestasi siswa meningkat. (dj1/zal)

Guru Matematika SMAN 1 Geyer Kabupaten Grobogan

Author

Populer

Lainnya