Matematika Mengasyikkan dengan MMP

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan mata pelajaran wajib yang diberikan kepada siswa dalam setiap jenjang sekolah, baik SMP, SMP/MTs, maupun SMA/MA/SMK/MAK. Matematika merupakan pembelajaran yang membantu siswa mengasah kemampuan berpikir logis, kritis, sistematis, kreatif, dan kerja sama dalam tim. Siswa dalam suatu kelas memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda satu sama lain, tidak memungkiri adanya beberapa siswa yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata, sedangkan yang kita ketahui pembelajaran Matematika merupakan salah satu pembelajaran yang menggunakan metode dan strategi yang kaku dan tidak santai.

Fokus pembelajaran Matematika ada pada penjumlahan, pengurangan, perkalian, maupun pembagian yang akan menemukan hasil yang realistis dan hasil pasti, karena matematika bukan sebuah pembelajaran kemampuan menalar sosial yang bisa menemukan jawaban dari sebuah penalaran opini siswa. Tentunya media dan strategi pembelajaran Matematika memiliki peran yang besar dalam mensukseskan pembelajaran Matematika. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan minat dan kemampuan siswa pada pembelajaran Matematika adalah model Missouri Mathematics Project (MMP).

Model pembelajaran MMP menjadi salah satu model pembelajaran yang berorientaasi pada penyelesaian masalah. Kegiatan pembelajaran memfasilitasi siswa untuk memahami berbagai persoalan Matematika yang diselesaikan secara individu dan kelompok. Model pembelajaran MMP merupakan suatu pembelajaran matematika yang memfasilitasi siswa dengan adanya suatu penguasaan proyek yang diselesaikan secara individu dan kelompok yang berupa soal-soal latihan untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh (Tiasto dan Arliani dalam Isrok’atun dan Rosmala, 2018:125).

Baca juga:   Membudayakan Hymne Sekolah Tingkatkan Etos Kerja Warga Sekolah

Pembelajaran MMP yang penulis terapkan di Kelas VIII SMPN 1 Patean Kendal Bab 2 Himpunan, 1) Pendahuluan/Review, tahap awal pembelajaran diawali dengan mengingat kembali materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Materi sebelumnya menjadi prasyarat dalam mengerjakan soal-soal latihan yang baru. Pemberian motivasi pada awal pembelajaran dapat membangkitkan semangat siswa untuk melakukan kegiatan belajar menyelesaikan soal-soal latihan. Pemberian motivasi dilakukan dengan membuka wawasan siswa mengenai pentingnya materi ajar dalam kehidupan. 2) Pengembangan, tahap ini masuk ke dalam tahap pembelajaran untuk mengembangkan materi sebelumnya guna memperoleh materi baru.

Pembelajaran dilakukan dengan proses penjelasan dan diskusi. Proses penjelasan dimana siswa memperoleh materi baru yang digunakan dalam proses diskusi laporan. 3) Latihan dengan Bimbingan Guru/Kerja Koorperatif, pada tahap ini siswa disajikan satu lembar proyek yang harus diselesaikan secara berkelompok. Lembar kerja proyek berisi mengenai rangkaian soal berdasarkan materi yang telah diperoleh siswa pada tahap sebelumnya. Guru memantau dan membimbing kegiatan kelompok agar tidak terjadi kesalahan konsep atau miskonsepsi. 4) Seatwork/Kerja Mandiri, setelah siswa melakukan kegoatan kelompok menyelesaikan rangkaian soal, selanjutnya siswa mengembangkakn materi dengan menyelesaikan latihan soal secara mandiri atau individu. Siswa menerapkan atau mengaplikasian materi yang telah dipahami dari proses penjelasan dan diskusi kelompok. 5) Penutup, pada tahap akhir, siswa membuat rangkuman materi yang telah ia peroleh dari berbagai kegiatan. Selain itu, siswa diberikan proyek penugasan untuk dikerjakan di rumah.

Baca juga:   Model Pembelajaran Picture and Picture pada Teks Deskripsi

Setelah pembelajaran selesai, siswa diminta memberikan masukan terhadap model pembelajaran yang baru saja diterapkan, ternyata 95 persen siswa tertarik dan semangat dalam pelajaran Matematika. Mereka meminta pembelajaran selanjutnya menerapkan model MMP kembali. Demikian juga kemampuan logika, berpikir kritis, dan kerja sama dalam tim meningkat. (dj1/ida)

Guru Matematika SMPN 1 Patean Kendal

Author

Populer

Lainnya