Tingkatkan Aktivitas Belajar IPA dengan SAVI

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ILMU Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran pokok di Sekolah Dasar (SD). Haryono (2013:42-43) mengatakan bahwa IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja tetapi juga proses penemuan. Dalam proses pembelajaran seharusnya siswa didorong mengembangkan kemampuan berpikirnya, bukan hanya memperoleh materi dari guru kemudian menghafalkannya. Pembelajaran IPA lebih menekankan pada aspek proses dalam memperoleh pengetahuan dengan melibatkan seluruh panca indra agar mudah dipahami dan diingat oleh siswa. Hal ini sesuai dengan karakteristik siswa SD yang berada pada tahap operasional konkret.

Namun dalam pembelajaran IPA di SD, saat ini guru masih berperan aktif sebagai penyaji materi, sekedar transfer knowledge, bukan sebagai fasilitator. Hal ini menyebabkan siswa pasif, suasana kelas membosankan, siswa cepat lupa dengan materi pelajaran, motivasi belajar lemah yang berakibat hasil belajar rendah. Hal ini juga terjadi di kelas 6 SD Negeri 1 Sidorejo khususnya pada materi gaya dan gerak. Sebagian besar siswa belum mencapai KKM. Karena itulah, penulis mengatasi masalah tersebut dengan menerapkan model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visualization Intelectualy).

Baca juga:   Kepoin Beredarnya Darah dengan Youtube

Pembelajaran SAVI dipilih karena pembelajaran ini menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual. Menurut Shoimin (2014:178), pembelajaran model SAVI menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. SAVI maksudnya Somatic Auditory Visualization Intelectualy. Adalah somatic atau learning by doing (belajar dengan berbuat dan bergerak) bermakna gerakan tubuh yaitu belajar dengan mengalami dan melakukan. Auditory atau learning by hearing (belajar dengan berbicara dan mendengar), bermakna bahwa belajar haruslah melalui mendengar, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat dan menanggapi. Visualization atau learning by seeing (belajar dengan mengamati dan menggambarkan) bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga. Intellectualy atau learning by thinking (belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir) bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir.

Menurut Hermowo, SAVI adalah singkatan dari Somatis (bersifat raga), Auditori (bersifat suara), Visual (bersifat gambar) dan Intelektual (bersifat merenungkan), yaitu sebuah pembelajaran yang melibatkan hampir seluruh indra untuk membantu melatih pola pikir siswa dalam memecahkan masalah kritis, logis, cepat dan tepat (Firti, 2012:17).

Baca juga:   Rotasi Bumi dalam Video Pembelajaran Daring

Langkah-langkah pembelajaran SAVI pada mata pelajaran IPA, diawali dengan pembagian siswa menjadi beberapa kelompok. Masing-masing beranggotakan 4 orang. Setiap kelompok menerima LKS dari guru. Bersama kelompoknya, siswa memperhatikan langkah-langkah praktikum yang ditampilkan guru dalam multimedia (Visual). Kemudian siswa melakukan praktikum sesuai langkah yang telah dijelaskan guru (Somatic). Siswa bersama kelompoknya mendiskusikan dan menuliskan hasil praktikum, serta menjawab pertanyaan dalam Lembar Kerja (Intellectualy). Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil lembar kerja di depan kelas secara bergiliran (Auditory). Selanjutnya siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan hasil presentasi. Terakhir guru memperkuat hasil diskusi dengan menampilkan video dan kuis.

Pembelajaran SAVI sudah mewakili semua aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, karena peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan semata, melainkan dapat benar-benar memahami dan mengalami secara langsung apa yang dipelajari. Setelah guru menerapkan metode pembelajaran SAVI, pembelajaran menjadi menyenangkan, aktivitas dan pemahaman siswa meningkat. Akhirnya hasil belajar pun memuaskan. (ips1/ida)

Guru SDN 1 Sidorejo Kabupaten Temanggung

Author

Populer

Lainnya