Belajar Pewarisan Sifat menjadi Mudah dengan Media Karmet

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GURU memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Melalui proses pembelajaran siswa dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Oleh sebab itu, guru harus mampu membuat agar proses pembelajaran pada siswa berlangsung secara aktif, efektif, menarik dan menyenangkan.

Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif di kelas adalah model pembelajaran inkuiri berbantuan media kartu. Media kartu yang dinamakan kartu gamet. Penggunaan kartu gamet dalam proses belajar mengajar sebagai alat bantu pembelajaran melalui metode simulasi. Diharapkan Dengan penggunaan kartu gamet, diharapkan dapat mengkonkritkan konsep yang abstrak dalam materi pewarisan sifat, utamanya pada bagian persilangan.

Inkuiri 5E yang dimaksud disini adalah pembelajaran IPA yang merangsang, mengajarkan, dan mengajak siswa berpikir kritis, analitis dan sistematis dalam rangka menemukan jawaban secara mandiri dari berbagai permasalahan yang diutarakan dengan lima langkah engange, eksplore, explain, elaborate dan evaluate. Media Karmet adalah modifikasi media kartu yang bertuliskan nama gamet yang akan digunakan dalam pembelajaran, selanjutnya dinamakan kartu gamet. Kartu gamet berupa kertas berbentuk persegi berwarna warni, terdiri dari kartu gamet jantan dan kartu gamet betina yang masing – masing kartu berisi nama – nama gamet.

Baca juga:   Belajar Descriptive Text yang Menyenangkan dengan C2

Berdasarkan hal tersebut, untuk mempermudah pembelajaran peserta didik terhadap materi persilangan pada pewarisan sifat, pada semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 di kelas IX SMPN 3 Semarang diterapkan model pembelajaran Inkuiri 5E Media Karmet dengan langkah – langkah sebagai berikut:

Pertama, fase engage (keterlibatan), guru melibatkan peserta didik pada konsep baru tentang pewarisan sifat dan hukum Mendel.

Kedua, fase explore (menjelajah), guru mengajak peserta didik terlibat dalam penggunaan kartu gamet untuk melakukan percobaan persilangan dua individu dengan satu sifat beda dan dua sifat beda serta memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi.

Ketiga, fase explain (menjelaskan), peserta didik diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka yang telah dibuat pada kertas plano dengan kalimat mereka sendiri untuk mengukur penguasaan materi dari mereka.

Keempat, fase elaborate (mengelaborasikan), guru memfasilitasi peserta didik supaya mencoba ulang persilangan dengan satu sifat dan dua sifat beda untuk menguatkan konsep yang dipahami mereka.
Kelima, fase evaluate (mengevaluasi), guru memberi soal – soal lisan atau tertulis terkait materi hukum Mendel, istilah-istilah dalam pewarisan sifat, dan persilangan dua individu dengan satu dan dua sifat beda.

Baca juga:   Discovery Learning Tingkatkan Aktifitas Belajar IPA

Keunggulan penerapan model pembelajaran Inkuiri 5E dengan media kartu gamet adalah pada penekanan pentingnya peserta didik membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan proses belajar mengajar. Dengan kata lain, pembelajaran menggunakan model Inkuiri 5E media karmet berpusat pada peserta didik, dan guru berperan sebagai fasilitator.

Simpulan dari penerapan model pembelajaran Inkuiri 5E dengan berbantuan media kartu gamet dapat meningkatkan hasil belajar aspek afektif, psikomotor dan kognitif materi Pewarisan Sifat, meningkatkan aktifitas peserta didik dan guru dalam pembelajaran IPA dan mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, menarik, efektif dan efisien. (ips1/zal)

Guru IPA SMPN 3 Semarang

Author

Populer

Lainnya