Audio Visual Senam Lantai Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, UMUMNYA siswa SMPN 1 Lebakbarang sangat menyukai pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes). Namun hanya sebatas suka, karena sebagian besar proses pembelajaran yang berbentuk permainan dan mereka bisa keluar ruang kelas untuk melepas kejenuhan dan kepenatan di dalam kelas.

Penjasorkes yang diajarkan di sekolah memiliki peran penting untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik ikut langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih dan dilakukan secara sistematis.

Penjasorkes merupakan bagian dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Seperti halnya Aip Syarifuddin dan Muhadi (1991:7) menyatakan bahwa, “melalui pendidikan jasmani anak didik akan memperoleh berbagai pengalaman terutama yang sangat erat kaitannya dengan kesan pribadi yang menyenangkan, berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, keterampilan gerak, kebugaran jasmani, membiasakan hidup sehat, pengetahuan dan pemahaman terhadap sesama manusia.”

Baca juga:   Pembelajaran dengan Video untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa

Senam adalah suatu cabang olahraga yang membutuhkan kelenturan dan koordinasi yang baik antaranggota tubuh. Di dalam senam lantai terdapat macam-macam bentuk gerakan, baik dilakukan dengan lentingan dan putaran badan, maupun bentuk keseimbangan. Dari pengalaman mengajar Penjasorkes di SMPN 1 Lebakbarang pada waktu mengajar, banyak siswa yang kurang menyukai materi senam lantai. Hal itu disebabkan karena mayoritas siswa tidak menguasai materi senam lantai guling depan dan guling belakang. Untuk itu, guru perlu membangkitkan minat dan motivasi siswa, salah satunya dengan memberikan variasi dalam pemberian pembelajaraan dengan memutarkan media audio visual atau media video tentang pembelajaran senam lantai guling depan dan guling belakang dengan menggunakan tahapan-tahapan yang memperjelas gerakan sesungguhnya. Dengan melihat audio visual, pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan menggunakan audio visual pembelajaran, siswa lebih termotivasi dan terbantu dalam melakukan gerakan guling depan dan guling belakang, serta hal-hal lain yang terdapat pada siswa dapat dikembangkan.

Unsur pembelajaran guling depan dan guling belakang senam lantai dengan menggunakan audio visual yaitu, supaya siswa termotivasi melakukan gerakan, untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran, untuk mengembangkan skill, merangsang kemampuan berpikir dan untuk menimbulkan/meningkatkan rasa berani siswa dalam melakukan gerakan.

Baca juga:   Teknologi Informasi sebagai Upaya Layanan Bimbingan Konseling saat pandemi

Dengan model pembelajaran baru ini, lebih mudah dilaksanakan, membuat siswa lebih tertarik untuk melakukan percobaan gerakan dan dapat mengurangi rasa takut dalam melakukan guling depan dan guling belakang. Bahkan, selama dua tahun pembelajaran, telah meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMPN 1 Lebakbarang.

Sedangkan bagi guru penjasorkes dapat menambah pengalaman dalam penggunaan media belajar yang menggunakan audio visual sebagai alat pembelajaran. Bagi sekolah, metode tersebut turut meningkatkan kualitas siswa dan kualitas sekolah secara keseluruhan. (ips1/ida)

Guru Penjasorkes SMPN 1 Lebakbarang

Author

Populer

Lainnya