Asah Nalar Statistik dengan RME Berbasis IT

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN statistika sebagai salah satu topik mata pelajaran Matematika di SMP bertujuan membentuk dan mengembangkan kemampuan penalaran statistik. Penalaran statistik yaitu cara siswa bernalar dengan ide-ide statistik, memahami informasi statistik, membuat interpretasi berdasarkan set data, representasi data, dan ringkasan statistik data.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pembelajaran statistika dimulai dengan penjelasan guru tentang sekumpulan data. Kemudian menghitung ukuran pemusatan dan penyebaran data yang diajarkan secara terpisah-pisah tanpa mengaitkan materi yang satu dengan yang lain. Pada pengenalan rumus siswa tidak banyak diarahkan kepada pemahaman konsep dari jenis ukuran tersebut. Selanjutnya siswa mengerjakan latihan sesuai contoh. Siswa hampir tidak pernah diberi kesempatan untuk memahami kegunaan mempelajari statistika dan belum dibiasakan dengan bernalar statistik. Kemampuan penalaran statistik penting bagi siswa, sehingga diperlukan pendekatan yang efektif dalam pembelajaran.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk penalaran statistik adalah Realistic Mathematics Education (RME) yang dipopulerkan oleh Prof. Hans Freudenthal. RME atau PMR (Pendidikan Matematika Realistik) adalah sebuah pendekatan belajar matematika yang menempatkan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga mempermudah siswa menerima materi dan memberikan pengalaman secara langsung. Masalah-masalah realistis digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep atau pengetahuan matematika, dimana siswa diajak berpikir dan bernalar untuk mencari solusi permasalahan.

Baca juga:   Literasi Optimal, Solusi Rabun Baca dan Mandul Tulis

Menurut Treffers (dalam Soviati, 2011: 82) ada 5 karakteristik RME: Menggunakan masalah kontekstual, sehingga memungkinkan siswa menggunakan pengalaman atau pengetahuan yang telah di miliki sebelumnya. Menggunakan berbagai model, yang di bangun sendiri oleh siswa dalam mengaktualisasikan masalah kontekstual kedalam bahasa matematika. Konstribusi siswa; kontribusi yang besar dalam proses pembelajaran di harapkan datang dari siswa bukan dari guru sehingga semua pikiran atau pendapat siswa sangat diperhatikan dan dihargai. Interaktif, dimana interaksi antar siswa maupun antara siswa dengan guru merupakan hal yang sangat penting. Bentuk-bentuk interaksi seperti negosiasi, penjelasan, pembenaran, persetujuan, pertanyaan atau refleksi digunakan untuk mencapai bentuk pengetahuan matematika formal dan mengembangkan penalaran siswa. Keterkaitan; di mana struktur dan konsep matematika saling berkaitan dan terintegrasi.

Di era pandemi Covid-19 ini guru dan siswa dituntut untuk meningkatkan penguasaan IT (Infomasi Teknologi) sebagai sarana pendukung pembelajaran secara daring. Hal ini sejalan dengan kurikulum di SMP yang menghendaki pembelajaran pada topik statistika ini untuk menggunakan komputer sebagai media pembelajaran. Salah satu cara mengembangkan kemampuan penalaran statistik adalah dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran yang berbasis IT. Dengan berbantuan software microsoft excel, pembelajaran statistik akan terasa lebih mudah, karena bisa mengolah data dan menampilkan grafik lebih menarik.

Baca juga:   Bermain Rumus Matematika dengan Kartu Ajaib

Implementasi pembelajaran RME di SMPN 29 Semarang dilakukan secara daring melalui google classroom . Siswa diberi penugasan terkait materi statistik yang sesuai dengan situasi realistik saat ini. Tugas siswa mengumpulkan data jumlah pasien Covid-19 di beberapa kota di Jawa Tengah dalam satu hari tertentu. Setiap siswa bebas memilih kota dan tanggal tertentu untuk pengumpulan data, dengan syarat masing-masing siswa tidak boleh sama. Dari data tersebut siswa membuat tabel frekuensi kemudian menyajikannya dalam bentuk diagram garis, diagram batang dan diagram lingkaran menggunakan microsoft excel. Setelah itu siswa menganalisa data berdasarkan ukuran pemusatan dan penyebaran serta mengambil kesimpulan dan prediksi.

Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring namun karakteristik RME tetap terlihat. Di mana terjadi interaksi komunikasi yang multi arah secara online, baik antar siswa maupun antara siswa dengan guru dan sebaliknya. Siswa berusaha mencari solusi permasalahan dengan bertanya dan guru memberi bimbingan. Berdasarkan hasil penugasan siswa, terlihat jawaban dan kesimpulan yang beragam sesuai dengan perolehan data masing-masing. Siswa juga mampu menyajikan diagram secara kreatif dan menarik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendekatan RME berbasis IT mampu mengasah penalaran statistik siswa, sehingga pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna. (ips1/zal)

Guru Matematika SMPN 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya