Mengidentifikasi Contoh Energi dan Perubahannya dengan Gowes Asyik

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada jenjang pendidikan dasar, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pokok yang sangat penting untuk dipelajari. Seringkali proses pembelajaran muatan pelajaran IPA menjadi membosankan jika hanya dengan teori. Seperti proses pembelajaran di kelas IV SD Negeri Kranggan 01 Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Energi dan Perubahannya. Setelah dilakukan evaluasi masih banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Materi tidak dapat diterima oleh murid secara menyeluruh karena metode yang digunakan belum tepat.

Oleh karena itu penulis mencoba menerapkan metode eksperimen. Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan melakukan percobaan, siswa mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Alasan pemilihan metode eksperimen yaitu siswa akan memperoleh pengalaman, mengamati dan menemukan sendiri bukan sekadar info verbal. Siswa akan memiliki sikap ulet, terbentuk sikap ilmiah, kritis, aktif dalam kerja sama dan aktif berdiskusi dengan kawan-kawannya.

Sebelumnya guru menugaskan siswa untuk membawa sepeda ke sekolah. Guru bersama siswa bersepeda keliling lingkungan sekolah, menikmati pemandangan sawah, dan menghirup udara segar khas pedesaan. Saat istirahat guru membentuk beberapa kelompok dan tiap kelompok menugaskan satu anggotanya mengayuh sepeda, sedangkan anggota kelompok lain mengamati. Siswa menerima lembar eksperimen dan harus dijawab berdasarkan kegiatan bersepeda yang baru dilakukan. Siswa disuruh mengamati mengapa sepeda bisa berjalan dan pedal sepeda bisa bergerak. Siswa bebas berdiskusi menemukan jawaban bersama kelompoknya. Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang diwakili oleh ketua kelompok berdiri di tengah dan menjelaskan hasil eksperimen.

Baca juga:   Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Membentuk Karakter Siswa

Hampir semua kelompok menjawab lembar eksperimen dengan jawaban yang benar. Bahwa sepeda bisa bergerak karena ada energi gerak. Pedal yang dikayuh oleh energi yang berasal dari kaki akan menggerakkan gear dan membuat roda berputar. Kayuhan yang stabil akan menggerakkan roda sepeda secara konstan. Dengan keseimbangan yang dimiliki oleh pengendara maka sepeda akan bergerak maju akan menyebabkan gerak rotasi roda terhadap porosnya di lintasan jalan.

Setelah semua kelompok melakukan presentasi, guru memberikan konfirmasi dan penjelasan mengenai sumber energi yang bisa menyebabkan sepeda bergerak. Guru juga memberikan contoh lain dengan menyalakan sebuah kipas angin di dalam kelas. Kipas yang dihubungkan ke stop kontak akan berputar. Itulah contoh lain mengenai bentuk energi listrik dan perubahannya menjadi energi gerak. Guru juga memberikan motivasi dan penghargaan bagi semua siswa karena telah melakukan tugas dengan baik. Pada tahap akhir guru memberikan evaluasi secara individu tentang mengidentifikasi energi dan perubahannya.

Hasil evaluasi setelah eksperimen banyak siswa yang nilainya di atas KKM dibanding sebelum eksperimen. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa lebih memahami kompetensi dasar yang diberikan. Siswa juga merasa gembira dengan melakukan pembelajaran di luar kelas dan melakukan eksperimen sederhana bersama kawan-kawan. Selain proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, hubungan antarsiswa jadi lebih akrab dan terjalin kerja sama yang menentramkan. Asyik kan? Sambil menyelam minum air, sambil gowes sepeda ilmu pengetahuan pun didapat. (gm1/lis)

Baca juga:   Aplikasi Quizizz sebagai Media Evaluasi Pembelajaran

Guru kelas IV SD Negeri Kranggan 01, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya