Menggugah Keingintahuan Siswa Belajar IPA dengan STAD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai kompetensinya pada jenjang sekolah dasar. IPA merupakan cabang ilmu yang ingin mencari jawaban atas fenomena-fenomena yang terjadi di alam. Hal ini sesuai dengan pendapat Trefil dan Hazen (2010 : 4) yang menyatakan, ”Science is a way of asking and answering questions about the physical universe.“ Senada dengan hal tersebut maka pembelajaran IPA hendaknya dapat membangkitkan dan memupuk rasa ingin tahu siswa secara ilmiah.

Guru dituntut harus pandai dalam memilih dan menerapkan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan di kelas agar siswa tergugah motivasi dan keinginannya untuk terus belajar dan menggali segala potensinya secara maksimal. Namun kenyataannya untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa, kreatifitas , dan inovasi siswa bukanlah hal mudah. Sebagai salah satu solusinya penulis menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) di kelas IV SD Negeri Mejing 2, Kecamatan Candimulyo.

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD mengacu pada metode pengajaran dimana siswa bekerja sama dalam kelompok dan saling membantu dalam belajar. Menurut Ibrahim (2000) pembelajaran kooperatif didirikan oleh struktur, tugas, tujuan dan penghargaan kooperatif.

Baca juga:   Tingkatkan Minat Belajar IPA melalui Outdoor Learning

Terdapat lima komponen utama dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu penyajian kelas, belajar kelompok, kuis, skor pengembangan dan penghargaan kelompok.

Langkah-langkah pembelajaran IPA pada kompetensi dasar menghubungkan gaya dan gerak pada peristiwa di lingkungan sekitar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai berikut : pertama, dilakukan penyajian kelas yang mencakup pembukaan, pengembangan dan latihan terbimbing dari keseluruhan pelajaran.

Pembukaan dengan menyampaikan materi apa yang akan dipelajari dan mengapa itu penting. Ciptakan rasa ingin tahu siswa dengan demonstrasi yang menarik minat dan merangsang keingintahuan siswa pada materi pelajaran. Pengembangan dilakukan dengan mengontrol pemahaman siswa melalui pertanyaan dan beralih konsep jika siswa telah memahami pokok masalahnya. Latihan terbimbing dengan memberikan tugas kepada siswa dan langsung diberikan umpan balik. Kedua, kegiatan belajar kelompok dengan cara siswa diberikan lembar kegiatan yang digunakan untuk melatih keterampilan yang sedang diajarkan untuk evaluasi diri dan teman satu kelompok.

Guru hanya sebagai fasilitator dengan berkeliling mengecek kinerja kelompok. Ketiga, pemberian kuis yang dikerjakan siswa secara mandiri. Keempat, skor perkembangan yakni berupa hasil kuis yang digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan nilai perkembangan kelompok. Kelima, penghargaan kelompok yakni dengan menghitung nilai kelompok dan nilai perkembangan individu dan memberi penghargaan pada kelompok lain. Pemberian penghargaan berdasarkan pada rata-rata nilai perkembangan individu dalam kelompoknya.

Baca juga:   Pembelajaran Daring Prinsip Ekonomi Islam dengan Microsoft 365

Keuntungan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu siswa belajar tentang bagaimana saling bekerja sama dengan teman dalam kelompok dan mengesampingkan persaingan antar-individu. Siswa diberi kesempatan untuk terampil bertanya, mengadakan penyelidikan suatu masalah dan lebih aktif dalam berdiskusi serta menyampaikan gagasan dan konsep. Siswa juga lebih terperhatikan sebagai individu dan kebutuhan belajarnya. Siswa berkesempatan untuk mengembangkan rasa menghargai, menghormati pribadi dan pendapat orang lain. Siswa dilatih untuk memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap kinerja kelompoknya sehingga menghasilkan kerja kelompok yang solid dan maksimal. (gm1/lis)

Guru Kelas IV SDN Mejing 2 Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya