Praktik Kepemimpinan Sekolah Transformatif

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kepemimpinan transformasional diartikan sebagai kemampuan seorang pemimpin dalam bekerja dengan atau melalui orang lain untuk mentransformasikan secara optimal sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan sesuai dengan target capaian yang telah ditetapkan.

Kelebihan kepemimpinan transforamsional dapat membantu staf mengembangkan dan memelihara kolaborasi, budaya organisasi yang profesional, dan membantu mengembangkan guru dan membantu mereka mengatasi masalah secara efektif. Selain itu kepemimpinan ini mengutamakan pemberian kesempatan dan atau mendorong semua unsur yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar sistem nilai yang luhur, sehingga semua unsur yang ada di sekolah (guru, siswa, pegawai, orang tua siswa, masyarakat dan sebagainya) bersedia tanpa paksaan, berpartisipasi secara optimal dalam rangka mencapai tujuan sekolah.

Kontribusi ini juga diperoleh dengan dukungan orang lain, peristiwa-peristiwa, dan faktor-faktor organisasi, seperti komitmen guru, kepuasan kerja guru, praktik-praktik pembelajaran atau kultur sekolah. Hal itu disebabkan kepemimpinan transformasional memiliki fokus transformasi pada guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Pada setiap tahap dari proses transformasional, keberhasilan sebagian akan tergantung kepada sikap, nilai, dan keterampilan pemimpin tersebut.

Baca juga:   Penilaian Pembelajaran Jarak Jauh dengan Daily Journal

kepemimpinan transformasional merupakan pendekatan yang diterapkan dalam rangka mempertahankan pemimpin dan organisasi-organisasi dengan cara penggabungan tiga unsur yakni: strategi, kepemimpinan, dan budaya. Upaya mewujudkan visi menjadi realita menuntut kapasitas kepemimpinan yang kuat, tetapi juga unggul.

Salah satu keunggulan yang harus ditampilkan oleh kepala sekolah adalah kemampuan untuk mewujudkan lembaga sekolah sebagai suatu organisasi pembelajaran yang berdampak pada rekulturisasi sekolah, sehingga organisasi sekolah yang awalnya bersifat hierarkis dan birokratis berubah cenderung “datar” dan “akomodatif”.

Kepemimpinan transformasional memliki ciri-ciri karismatik, inspirasi, memiliki rangsangan intelektual dan pertimbangan yang diindividualkan. Prinsip-prinsip dalam kepemimpinan ini adanya simplifikasi motivasi fasilitasi inovasi mobilitas siap siaga tekad.

Hal ini sangat relevan diterapkan dalam lembaga pendidikan atau sekolah karena mampu mengembangkan nilai-nilai organisasi, yang meliputi: kerja keras, menghargai waktu, semangat, motivasi tinggi untuk berprestasi, disiplin dan sadar tanggung jawab.

Mampu menyadarkan anggota akan rasa memiliki dan tanggung jawab. Dalam pengambilan keputusan selalu menggunakan kemampuan intelektualnya. Memperjuangkan nasib staf dan anggotanya dan peduli akan kebutuhannya. Berani melakukan perubahan menuju tingkat produktivitas organisasi yang lebih tinggi. Mampu membangkitkan motivasi dan semangat anggotanya untuk lebih produktif. mampu menciptakan budaya organisasi yang positif.

Baca juga:   Asyiknya Mengenal Karakteristik ASEAN melalui Crossword Puzzle

Karakteristik pemimpin transformatif di antaranya menempatkan diri sebagai agent of change, berani bertindak melakukan perubahan, berani menghadapi resistensi, menanggung risiko. Dan berani menghadapi kenyataan, percaya kepada pengikut, dengan mengembangkan kepercayaan melalui motivasi, kejujuran, dan pemberdayaan, dan peduli terhadap aspek-aspek humanistik, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Mengembangkan rasa empati dan simpati, saling menghargai, memperhatikan harkat dan martabat, santun dan peduli sesama, mau belajar sepanjang hayat, mampu mengatasi permasalahan yang kompleks dan memiliki pandangan jauh ke depan (visioner). (gjh2/lis)

Kepala SD Negeri Surodadi

Author

Populer

Lainnya