Pendidikan Cinta Lingkungan melalui Pembiasaan Jumat Bersih

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan nasional juga untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Salah satu tujuan pendidikan tersebut adalah membentuk mnusia yang bertanggung jawab baik secara pribadi maupun bersama-sama terhadap kelestarian lingkungan hidup demi kelangsungan hidup generasi selanjutnya. Lingkungan yang terpelihara akan menciptakan suasana yang nyaman untuk kegiatan pembelajaran.

Permasalahannya adalah anak-anak sekarang ini di rumah susah untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan rumah terlebih bagi keluarga yang sudah memiliki pembantu rumah tangga. Tak jarang bagi keluarga yang karena pekerjaan orang tua sebelum berangkat kerja pada pagi buta sehingga pekerjaan bersih-bersih rumah sudah dilakukan, sehingga anak-anak tidak terbiasa melakukan bersih-bersih.

Dalam rangka membentuk generasi yang mencintai lingkungan dan memberikan pelatihan pada siswa maka SD Negeri Boyolali memberikan pembiasaan kepada semua warga sekolah utamanya siswa untuk cinta lingkungan melalui kegiatan Jumat bersih.
Pembiasaan cinta lingkungan melalui kegiatan Jumat bersih yang umumnya banyak dilakukan oleh lembaga maupun instansi baik swasta maupun pemerintah, karena anggotanya adalah orang-orang dewasa sudah barang tentu mudah dilakukan. Namun karena pembiasaan Jumat bersih di SD Negeri Boyolali warga sekolah mayoritas terdiri dari anak kelas 1 sampai kelas 6 yang belum memiliki kesadaran diri, memerlukan pengelolaan tersendiri.

Baca juga:   Tak Bikin Bosan Belajar Matematika dengan Pendekatan RME

Kegiatan pembiasaan cinta lingkungan melalui Jum’at bersih di SD Negeri Boyolali dilakukan dengan langkah-langkah: pertama, membagi lokasi menjadi 6. Kedua, membagi siswa menjadi 6 kelompok berdasarkan piket kebersihan dari masing kelas. Ketiga, masing-masing kelompok piket mendapat satu lokasi taman sekolah yang menjadi tanggung jawabnya.
Kegiatan pembiasaan melalui Jumat bersih dilaksanakan setiap hari Jumat pada tiap-tiap minggu. Kegiatan Jumat bersih ini dilakukan sekitar 20 menit dimulai dari jam 07.00 sampai jam 07.20. Sebelumnya seperti biasa anak-anak yang piket hari Jumat dari masing-masing kelas melakukan tugas piket kebersihan di kelasnya. Hal ini dilakukan sebelum pukul 07.00.

Tepat pukul 07.00 dimulai kegiatan Jumat bersih. Semua siswa dan guru pendamping masing-masing kelompok berdasarkan nama regu piket yang terdiri dari siswa kelas 1 sampai kelas 6 berbaris di halaman sekolah untuk lebih dulu membaca doa dan arahan dari kepala sekolah ataupun guru yang mendapat tugas tambahan sebagai penanggung jawab 5K.
Kegiatan Jumat bersih ini dievaluasi setiap bulan oleh oleh tim yang masing guru membawa instrumen penilaian untuk menilai hasil kelompok piket. Masing-masing guru mempunyai tugas sebagai anggota tim penilai untuk dapat saling menilai hasil kerja kelompok piket, dan hasil penilaian piket tergiat dengan indikator sesuai instrumen penilaian pada kegiatan Jumat bersih pada awal bulan berikutnya sebagai motivasi anak-anak untuk lebih baik lagi
Pembiasaan Jumat bersih ini dapat memberikan pembelajaran bagi semua warga sekolah secara bersama-sama sehingga menumbuhkan sikap cinta lingkungan yang dengan sendirinya melekat pada diri siswa. Kebiasaan melakukan kebersihan, menanam dan merawat tanaman di taman sekolah ini semakin baik memengaruhi jiwa dan kepribadian siswa dalam bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. (gjh2/lis)

Baca juga:   Lingkunganku Tempat Belajarku

Kepala SD Negeri Boyolali, Gajah, Demak

Author

Populer

Lainnya