Tingkatkan Keterampilan Menulis Jawa dengan Make A Match dan Kartu Aksara Jawa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENULIS merupakan suatu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Menulis merupakan aspek berbahasa yang paling rumit. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Nurgiantoro (2000: 296) yang menyatakan bahwa aktivitas menulis merupakan manifestasi kemampuan berbahasa yang lain, kemampuan menulis lebih sulit dikuasai. Begitu pula menulis dengan menggunakan huruf Jawa. Huruf Jawa atau biasa dikenal dengan aksara Jawa merupakan salah satu materi dalam pelajaran bahasa Jawa. Aksara Jawamerupakan aksara tradisional Nusantara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa, termasuk aksara jenis abugida yang ditulis dari kiri ke kanan. Aksara Jawa merupakan perkembangan modern dari aksara Kawi, salah satu turunan aksara Brahmi yang berkembang di Jawa (Prihantono, 2011).

Aksara Jawa dinilai sebagai materi pelajaran yang sulit bagi peserta didik karena mempunyai berbagai macam bentuk dan aturan penulisan yang rumit. Apalagi kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa mata pelajaran bahasa Jawa sering dikesampingkan karena hanya termasuk muatan lokal. Bahasa Jawa kurang dianggap penting untuk diajarkan kepada peserta didik. Bahkan pihak sekolah mendukung hal tersebut dengan menetapkan alokasi waktu sedikit pada mata pelajaran bahasa Jawa, yaitu dua jam pelajaran dalam satu minggu. Selain itu, proses pembelajaran bahasa Jawa hingga saat ini masih didominasi guru dan tidak memberikan akses bagi peserta didik untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikirnya. Guru cenderung menerapkan metode yang lebih mengaktifkan guru yaitu metode ceramah sehingga suasana kelas cenderung teacher-centered yang menyebabkan peserta didik menjadi kurang antusias dan pasif dalam mengikuti pembelajaran.

Baca juga:   Memahami Hukum Pascal dengan Papan dan Alat Suntik

Suyatno (2009: 56) menyatakan bahwa model kooperatif tipe make a match adalah model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu yang berisi soal atau permasalahan dan menyiapkan kartu jawaban kemudian peserta didik mencari pasangan kartunya. Model make a match merupakan model pembelajaran kelompok yang mengajak peserta didik memahami konsep-konsep melalui permainan kartu pasangan, sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat melatih peserta didik untuk aktif, kreatif dalam pembelajaran. Beberapa kelebihan dari model pembelajaran make a match antara lain, 1) dapat meningkatkan aktivitas belajar siaswa, baik secara kognitif maupun fisik. 2) Karena ada unsur permainan, metode ini menyenangkan. 3) Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. 4) Efektif sebagai sarana melatih keberanian peserta didik untuk tampil presentasi. 5) Efektif melatih kedisiplinan peserta didik menghargai waktu untuk belajar.

Pembelajaraan dengan model make a match dan kartu Aksara Jawa yang penulis terapkan di Kelas VII SMP Negeri 1 Patean Kendal sebagai berikut, 1) Guru menyiapkan beberapa kartu soal yang berkaitan dengan konsep atau topik yang dipelajari serta kartu jawaban berupa kartu Aksara Jawa. 2) Setiap peserta didik mendapat satu buah kartu soal, kemudian memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang. 3) Setiap peserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). 4) Setiap peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. 5) Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap peserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Demikian seterusnya. 6) Kesimpulan/penutup.

Baca juga:   Memahami Peranan Politik Luar Negeri Indonesia dalam Era Globalisasi dengan Make a Match

Setelah dilakukan pembelajaran model make a match dan kartu Aksara Jawa, hasil belajar peserta didik meningkat. Nilai rata-rata semula 64 meningkat menjadi 77, ketuntasan hasil belajar semula 33 persen meningkat menjadi 65 persen. Peningkatan hasil belajar tersebut menunjukkan adanya keberhasilan pembelajaran menulis paragraf berhuruf Jawa dengan menggunakan model make a match dan kartu Aksara Jawa. (dj1/ida)

Guru Bahasa Jawa SMPN 1 Patean Kendal

Author

Populer

Lainnya