Asyiknya Belajar Peristiwa Alam dengan Contextual Teaching Learning

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN hari ini sangat menantang. Guru dituntut mengikuti perkembangan pola kebiasaan siswa dalam kemajuan teknologi yang begitu pesat. Pola berpikir instant menjadi siswa yang bisa melihat apa saja hanya dengan satu jari yaitu melihat android. Fenomena kebiasan anak lebih suka melihat game , film di android menjadikan siswa kurang memahami kejadian langsung atau realita lapangan. Dari hal tersebut penulis beranggapan untuk mengajarkan materi peristiwa alam bagi kelas 1 dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Yang diharapkan akan lebih berhasil mencapai tujuan belajar.

Elaine B. Johnson memberikan penjelasan bahwa Contextual Teaching Learning (CTL) adalah sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang mereka terima, dan mereka menangkap makna dalam tugas-tugas sekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya. (Elaine B. Johnson, 2007:14). Dalam pendekatan kontekstual, ada delapan komponen yang harus ditempuh, yaitu Membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna,melakukan pekerjaan yang berarti,melakukan pembelajaran yang diatur sendiri,bekerja sama,berpikir kritis dan kreatif,membantu individu untuk tumbuh dan Berkembang,mencapai standar yang tinggi,menggunakan penilaian autentik (Elaine B. Johnson, 2007:65-66).

Baca juga:   Pembelajaran PLSV dengan Konsep Timbangan

Peristiwa alam yang diajarkan di dalam kelas 1 di Sekolah Dasar seperti Hujan , pelangi, petir, angina topan, gunung meletus dan lain –lain. Materi tersebut diajarkan agar siswa memahami alam dan turut menjaga alam. Pendekatan kontekstual dalam pembelajaran materi peristiwa alam diharapkan siswa kelas 1 Sekolah Dasar yang notabene pskiloginya masih dialam bermain bisa mengenalnya secara nyata .

Langkah –langkah pembelajaran materi peristiwa alam dengan pendekatan kontekstual dikelas sebagai berikut Pertama, guru menerangkan materi tentang peristiwa alam kemudian guru membiarkan siswa menemukan pengertian secara nyata yang disampaikan oleh guru. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi. Artinya, proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, tetapi yang diutamakan adalah proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran. Kedua , guru memberikan contoh peristiwa yang sering dirasakan dan dilihat saat ini adalah hujan dan pelangi. Guru meminta untuk menghubungkan antara belajar dikelas dengan pengalaman nyata. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Artinya, siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Hal ini sangat penting sebab dengan dapat mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, materi yang dipelajarinya itu akan bermakna secara fungsional dan tertanam erat dalam memori siswa sehingga tidak akan mudah terlupakan. Ketiga , siswa memahami dari peristiwa alam yang ditemukan didunianya dan mencatat dari apa yang pengalaman yang diperoleh. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan. Artinya, CTL tidak hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajarinya, tetapi bagaimana materi itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:   Pembelajaran IPA lebih Bermakna dengan Metode Tutor Sebaya

Kegiatan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual menarik dan mencapai tujuan belajar secara menyeluruh karena siswa belajar secara nyata , tidak sekedar teoritis tekstual sebagaimana disampaikan oleh guru. (oln4.1/zal)

Guru Kelas 1 SDN 01 Pait Siwalan

Author

Populer

Lainnya