Tingkatkan Literasi Digital dengan Pembelajaran Multiliterasi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang cepat, maka pemerintah dalam hal ini Kemendikbud telah menggerakkan literasi sekolah. Salah satunya literasi digital. Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari (Nasrullah, R dkk. 2017: 8).

Salah satu materi fisika SMA yang terkait dengan media digital dan pemanfaatannya dalam kehidupan adalah teknologi digital. Berdasarkan tanya-jawab dan diskusi pada awal pembelajaran tentang teknologi digital, ternyata sebagian besar siswa SMA Negeri 2 Semarang yang penulis ajar cenderung pasif dan tidak mampu menjelaskan metode dan media transmisi digital serta prinsip kerja HP dengan lengkap. Bahkan yang terkait dengan jenis-jenis penyimpanan data, sebagian siswa hanya mampu menyebutkan CD dan flash disk.

Upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan literasi digital adalah dengan pembelajaran multiliterasi. Pembelajaran multiliterasi adalah pembelajaran yang menyediakan berbagai strategi pembelajaran untuk membantu siswa memperoleh berbagai pemahaman yang mendalam tentang ide dan konsep penting dalam berbagai mata pelajaran. Strategi pembelajarannya difokuskan sebagai alat dan teknik intelektual yang memungkinkan siswa mengakses, memproses, mengkomunikasikan informasi dan ide penting untuk membina dan memperkaya kemampuan inkuiri kritis (Morocco dalam Abidin, 2013: 186).

Baca juga:   Menulis Cerpen Lebih Asyik dengan Media WhatsApp

Pembelajaran multiliterasi ini diawali dengan proses pelibatan siswa dalam kelompok heterogen untuk menentukan materi dan tujuan pembelajaran serta diakhiri dengan presentasi di depan kelas. Salah satu faktor yang mendorong setiap siswa dalam suatu kelompok terlibat lebih aktif dalam mengelaborasi materi adalah adanya presentasi di depan kelas.
Presentasi di depan kelas dilakukan dalam tiga kali tatap muka. Tatap muka yang pertama membahas pengantar teknologi digital, yang kedua tentang transmisi dan penyimpanan data, serta yang ketiga tentang pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai bidang kehidupan.

Ternyata presentasi dari siswa oleh siswa dan untuk siswa menyebabkan suasana kelas sangat kondusif. Sebagian besar siswa memperhatikan materi yang dipresentasikan oleh kelompok penyaji. Keinginan sebagian besar siswa untuk mengetahui proses transmisi dan penyimpanan data digital serta pemanfaatannya dalam kehidupan sangat tinggi termasuk di dalamnya tentang e-commerce.

Salah satu contohnya siswa mampu mengklasifikasikan sistem e-commerce dalam tiga tipe aplikasi. Pertama, tentang Electronic Markets (EMs) yaitu sebuah sarana yang menggunakan TIK untuk melakukan atau menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Kedua, tentang Elektronic Data Interchange (EDI). EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Ketiga, tentang Internet Commerce, yaitu penggunaan internet yang berbasis TIK untuk aktivitas perdagangan. Dengan demikian pembelajaran multiliterasi dapat meningkatkan literasi digital siswa tentang teknologi digital.

Baca juga:   Pengenalan Laboratorium Kimia di Masa Pandemic

Selain internet sebagai media untuk memperoleh referensi dan materinya bersifat teoritis, faktor lain mendukung peningkatan literasi digital adalah sikap penerimaan siswa dalam pembelajaran. Sikap penerimaan yang baik dari siswa berpotensi menjadikannya literat digital, yaitu lebih cerdas menggunakan TIK untuk kehidupannya kini dan masa mendatang secara aman dan nyaman, karena siswa mampu menjauhi konten radikalisme, ujaran kebencian, praktik-praktik penipuan, berita bohong dan pornografi. (gm2/aro)

Guru SMA Negeri 2 Semarang

Author

Populer

Lainnya