Pembelajaran Kelompok Tutor Sebaya pada Gerak Parabola

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Fisika sebagai ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam diperkaya dengan bentuk gambar, simbol, grafik maupun persamaan-persamaan yang mendukung suatu teori atau konsep. Metode pembelajaran yang sesuai mampu membuat informasi lebih mudah dimengerti, diingat kembali dan memaksimalkan momen belajar siswa, sehingga sangat cocok untuk semua materi.

Metode yang digunakan penulis yang sudah diterapkan pada kelas X dengan pokok bahasan gerak parabola di SMAN 5 Semarang adalah pembelajaran kelompok tutor sebaya. Dalam pembelajaran ini, siswa yang menjadi tutor hendaknya mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan teman lainnya, sehingga pada saat dia memberikan bimbingan sudah dapat menguasai bahan yang akan disampaikan (Sutamin, 2007).

Menentukan tutor menurut Djamarah dan Aswan (dalam Rachmiati, 2010) memerlukan pertimbangan tersendiri. Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam menentukan tutor antara lain tutor dapat diterima oleh siswa lain sehingga siswa tidak mempunyai rasa takut atau enggan untuk bertanya kepadanya. Kemudian tutor tidak tinggi hati, kejam atau keras hati terhadap sesama kawan dan selanjutnya tutor mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan bimbingan, yaitu dapat menerangkan pelajaran kepada kawannya.

Baca juga:   Model Pembelajaran NHT Meningkatkan Hasil Belajar Peninggalan Sejarah

Langkah-langkah pembelajarannya yaitu siswa dibagi 8 kelompok dengan ketua kelompok sebagai tutor sebaya yang mampu menggerakkan pemahaman teman sebayanya. Tiap kelompok diberi pertanyaan berbeda berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) antara lain soal hubungan besar sudut elevasi dan ketinggian maksimum, hubungan besar sudut elevasi dengan jarak mendatar maksimum, hubungan kecepatan awal dengan ketinggian maksimum dan hubungan kecepatan awal dengan jarak mendatar. Materi untuk menyelesaikan LKS bersumber dari internet dan aplikasi animasi gerak parabola dari PHET Colorado yang dibuka melalui handphone.

Ketua kelompok sebagai tutor sebaya bertugas memberikan pemahaman pada anggotanya sehingga bisa mempresentasikan hasilnya dengan baik. Setelah selesai diskusi di kelompok masing-masing, dilanjutkan diskusi antarkelompok. Setiap kelompok memaparkan jawabannya dan ditanggapi oleh kelompok lain. Di sini terjadi transfer ilmu dan tercapai kompetensi dasar pada pokok bahasan tersebut. Di akhir pelajaran guru memberikan tanya jawab dan kemudian bersama-sama dengan peserta didik menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari.

Metode pembelajaran kelompok tutor sebaya ini meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab siswa serta terjalinnya kemampuan kerjasama dalam menyelesaikan soal. Pembelajaran fisika dengan menggunakan pembelajaran kelompok tutor sebaya lebih menyenangkan, sehingga meningkatkan minat dalam aktivitas dan hasil belajar. Selain itu diharapkan pembelajaran kelompok tutor sebaya tidak hanya diterapkan pada pembelajaran fisika melainkan juga pada mata pelajaran yang lain.

Baca juga:   Refleksi Hari Ibu: Akselerasi Pendidikan Karakter pada Siswa

Dengan tutor sebaya diharapkan siswa merasa lebih bebas mengungkapkan kelemahan dan kesulitannya karena bahasa teman sebaya lebih mudah dipahami, tidak ada rasa enggan, rendah diri, malu, dan sebagainya. Siswa juga mendapat perhatian yang lebih fokus dalam prestasi belajarnya. Sedangkan harapan pada siswa sebagai tutor yaitu dapat membangun sifat kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab. (gml2/ton)

Guru Fisika SMA Negeri 5 Semarang

Author

Populer

Lainnya