Memahami Kosakata dengan Mudah melalui Puzzle

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN berbahasa tidak lepas dari pembelajaran kosakata. Semakin banyak kosakata yang dikuasai siswa maka kemampuan siswa menyerap bahasa pun akan semakin baik.Guru berperan penting dalam proses ini ,meningkatkan kualitas pembelajaran dengan cara pembelajaran yang bervariatif adalah salah satu cara membangun motivasi siswa dalam belajar .Dengan motivasi itu diharapkan keberhasilan belajar akan tercapai.

Untuk mencapai keberhasilan pembelajaran teks descriptive diperlukan pemahaman kosakata yang baik, untuk itu guru harus membuat pembelajaran lebih bermakna dengan memilih materi dan kegiatan yang berhubungan dengan kosakata yang cocok dengan peserta didik, mempertimbangkan berbagai faktor pengaruh keberhasilan proses pembelajaran . McCarthy (1990:17) menyebutkan beberapa faktor utama adalah proses pembelajaran kosakata yakni antara lain pemilihan kosakata, pengorganisasian kosakata dan pengfungsian kosakata.

Menurut Adenan (1989 :9 ) dinyatakan bahwa puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya penarik yang kuat. Puzzle dan games untuk memotivasi diri karena metode ini menawarkan sebuah tantangan yang dapat secara umum dilaksanakan dengan berhasil. Sedangkan menurut Haldfield (1990 :V) Puzzle adalah pertanyaan-pertanyaan atau masalah yang sulit untuk dimengerti atau dijawab.

Berikut ini ada beberapa jenis puzzle yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan memahami kosakata dalam teks descriptive. Spelling puzzle, yakni puzzle yang terdiri dari gambar- gambar dan huruf-huruf acak untuk dijodohkan menjadi kosakata yang benar. Jigsaw puzzle, yakni puzzle yan berupa beberapa pertanyaan untuk dijawab kemudian dari jawaban itu diambil huruf-huruf pertama untuk dirangkai menjadi sebuah kata yang merupakan jawaban pertanyaan yang paling akhir. Dan lain sebagainya.

Baca juga:   Akronim Menuju Kosakata Baru

Bermain juga bisa digunakan sebagai media untuk mengekspresikan keinginan dan cita-cita yang diidamkan. Bermain dapat menimbulkan semangat dan inovasi. Penerapan metode puzzle dalam pembelajaran text Descriptive di SMP Negeri 2 Sragi khususnya siswa kelas VII juga sesuai dengan tahapan perkembangan anak diusia tersebut yang sangat erat dengan benda-benda konkrit di sekitarnya.

Penerapan strategi pembelajaran teks Descriptive melalui puzzle yang dipilih oleh penulis bukanlah tanpa alasan. Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa yang lebih difokuskan pada siswa lembar belajar sebagai sasaran utama penerapan strategi yang dipilih. Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dipaparkan secara rinci proses pembelajaran yang dilaksanakan beserta hasilnya. Dalam pelaksanaannya pembelajarannya diawali dengan kegiatan apersepsi yang dilakukan dengan mengajak seluruh siswa bernyanyi bersama sambil memperagakan gerakannya. Pada saat bernyanyi tampak siswa lambat belajar ikut bernyanyi dan memperagakan gerakannya.Dari hal itu dapat diketahui bahwa siswa tersebut sudah mulai menunjukan suatu perkembangan yang baik. Karena pada waktu-waktu sebelumnya siswa tidak pernah mau berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran.

Baca juga:   Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris

Selanjutnya memasuki kegiatan inti siswa dikondisikan ke dalam kelompoknya masing-masing terdiri dari 6 orang, permainan pun dimulai. Semua siswa tampa senang dan gembira. Begitupun dengan siswa yang lambat belajar, siswa tersebut mulai termotivasi untuk ikut serta dalam permainan.

Ketika melakukan permainan tampak kecerian di wajah siswa tersebut dan mampu mengambil kartu dan mulai memasukan puzzle-puzzle yang diminta dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari puzzle yang telah terbuka. Dengan berhasilnya mereka menebak makna dari kosakata yang telah ditentukan maka siswa semakin mudah memahami teks descrptive yang diberikan. Selain itu melalui Puzzle siswa juga aktif membaca nyaring dengan pronounciation yang lebih baik. Secara keseluruhan hasil yang diperoleh siswa SMPN 2 Sragi, Kabupaten Pekalongan, sudah jauh lebih baik.42% dari 36 menjadi 75 dan nilai tersebut standart KKM, perubahan yang terjadi pada aktivitas siswa tersebut sudah dapat membuktikan bahwa permainan puzzle dapat meningkatkan pemahaman text descripitive sekligus meningkatkan keaktifan siswa. (dar1/zal)

SMPN 2 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya