Belajar Peredaran Darah melalui Model Discovery Learning

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada proses belajar mengajar konvensional, pembelajaran berpusat pada guru dan hanya berjalan satu arah dimana guru sangat mendominasi proses belajar mengajar. Kebanyakan guru belum menggunakan metode mengajar yang tepat. Selain itu nilai rata–rata untuk kompetensi dasar masih rendah. Kondisi seperti ini merupakan tantangan bagi penulis selaku guru mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Andong. Untuk itu model pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan merupakan tantangan untuk menjawab semua itu.

Hal ini dialami juga oleh siswa di SMP Negeri 1 Andong dalam mempelajari materi peredaran darah. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang sekiranya dapat menarik minat siswa sehingga siswa betul-betul memahami materi peredaran darah dengan penuh semangat. Pembelajaran dengan model discovery learning diharapkan dapat membuat siswa lebih antusias belajar. Siswa harus mengkontruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Belajar akan lebih baik jika siswa akan mengalami apa yang dipelajari bukan hanya mengetahuinya. Dengan pembelajaran model discovery learning akan diperoleh prestasi yang baik. Dengan berubahnya strategi pembelajaran yaitu menggunakan model discovery learning, penulis harapkan bisa meningkatkan kreativitas siswa dan prestasi belajar siswa.

Baca juga:   Pemberian Motivasi Belajar dengan Menggunakan Lirik Lagu

Model discovery learning merupakan suatu model pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa dalam belajar. Siswa belajar melalui aktif dengan konsep–konsep dan prinsip–prinsip bagi dirinya sendiri (Slavin, 1994: 46). Proses pembelajaran dengan model ini, guru hanya bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan siswa, untuk menemukan prinsip, dalil dan prosedur.

Ciri utama model discovery learning adalah mengekplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan; berpusat pada siswa; kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.

Pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning pada sistem peredaran darah di SMP Negeri 1 Andong dengan cara sebagai berikut; pertama, menyampaikan tujuan pembelajaran. Kedua, membentuk kelompok (setiap kelompok terdiri dari 4 siswa). Ketiga, membagi petunjuk praktikum. Keempa,t melaksanakan praktikum. Pada materi sistem peredaran darah peaksanaan praktikum sebanyak tiga kali. 1) Mengidentifikasi komponen darah. 2) Mengidentifikasi sistem peredaran darah (serambi, bilik, pembuluh nadi, vena, kapiler, peredaran darah kecil, peredaran darah besar. 3) Melakukan penyelidikan tentang pengaruh aktivitas (jenis, intensitas, durasi) dengan frekuensi denyut jantung. Kelima, hasil praktikum didiskusikan di kelompoknya masing-masimg. Keenam, presentasi tiap–tiap kelompok (setelah presentasi diberi kesempatan apabila ada kelompok lain yang bertanya). Ketujuh, menyimpulkan bersama sama. Kedelapan, siswa menulis hasil kesimpulan. Kesembilan, penilaian belajar siswa.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Menulis Artikel dengan Metode Think Pair And Share

Dari pengalaman pembelajaran dengan menggunakan discovery learning tersebut dapat meningkatkan keaktifan siswa. Siswa merasa senang karena siawa menemukan sendiri, mempunyai daya ingat yang lebih lama, bersikap jujur, bertanggung jawab, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar IPA. (dar1/ton)

Guru SMPN 1 Andong, Boyolali

Author

Populer

Lainnya