Belajar Melukis di Rumah dengan Bahan Alam

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DENGAN adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, maka kegiatan sekolah dialihkan dengan kegiatan belajar di rumah. Karena itulah, peserta didik TK Kartika III-40 Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal mengadakan kegiatan belajar di rumah masing-masing. Intruksi tugas yang diberikan melalui komunikasi grup whatsapp tidak menjadi halangan untuk peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Pendidik dalam memberikan tugas maupun materi harus lebih kreatif dalam proses penyampaiannya, sehingga dapat dipahami oleh peserta didik maupun orang tua akan tugas yang diberikan oleh pendidik untuk putra-putrinya.

Materi yang diberikan kepada peserta didik saat ini yaitu melukis dengan bahan alam. Dengan bahan alam, peserta didik maupun orang tua akan lebih mudah dalam memahami materi penyiadaan bahan ajar. Kebetulan keberadaan TK Kartika III-40 berada di daerah pedesaan yang masih asri dengan banyaknya tumbuhan dan bahan materi dari alam yang masih sering dijumpai dengan mudah di daerah tersebut. Orang tua bisa memilih bahan yang ada di sekitar lingkungan sekitarnya, tidak harus membeli atau mencari dengan susah. Bahan alam yang digunakan berbagai macam jenisnya, contoh, daun pisang, pelepah pisang, daun jati, sayuran, bulu ayam, dan masih banyak lainnya. Pendidik juga tidak mambatasi siswa dan orang tua dengan bahan alam, mereka bebas memilih yang ada di sekitar rumah. Pemberian materi melukis dengan bahan alam, pendidik memberikan contoh berupa video pembelajaran melukis dengan menggunakan bahan alam, lalu membagikannya melalui whatsapp grup sebagai contoh materi yang diajarkan untuk peserta didik.

Baca juga:   Pembelajaran E-Learning Quizizz dalam Analisis Bahasa Teks Esai

Dari kegiatan ini, dapat dilihat melalui aspek yaitu proses, hasil, dan kerja sama. Dari proses belajar yang dilakukan di rumah masing-masing, memang sangat berbeda jika belajar langsung di sekolah. Karena peserta didik adalah anak PAUD, yang mudah bosan, maka pendidik harus lebih jeli. Cara pemantauan kegiatan pembelajaran ini, harus sering menggunakan video call bersama-sama dengan cara bergantian biar peserta didik dan orang tua selaku pendamping merasa diperhatikan oleh pendidik. Kendala yang dihadapi penulis saat kegiatan pembelajaran di rumah adalah orang tua yang tidak memiliki handphone android, maka pendidik harus menemui peserta didik untuk memberikan tugas. Dengan adanya jumlah pendidik yang berada di TK Kartika III-40 Desa penangkringan Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal memiliki 7 pendidik dan orang tua yang tidak memiliki handphone android, 10 anak dari jumlah siswa 107 anak.

Guru sebagai pendidik harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dengan cara menyiapkan pembelajaran yang menarik. Untuk anak usia dini, harus bisa menyiapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dari metode pembelajaran tadi dapat disimpulkan bahwa peserta didik lebih senang dan kreatif daripada anak mengerjakan tugas menggunakan KLA (lembar kerja anak). (dar1/ida)

Baca juga:   Optimalisasi Penggunaan Bahasa Jawa Krama Berbasis Self Afficacy melalui PJJ

Guru TK Kartika III-40 Desa Penangkringan Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya