Belajar Ekonomi Asyik dengan Metode TSTS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENGGUNAAN model pembelajaran dan alat peraga yang tepat merupakan faktor penting untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Cooperative learning merupakan strategi pembelajaran yang menitikberatkan pada pengelompokan siswa dengan tingkat kemampuan akademik yang berbeda ke dalam kelompok-kelompok kecil (Saptono, 2003:32). Dengan bekerja secara kelompok memecahkan masalah bersama menggunakan bantuan alat peraga berupa benda konkrit yaitu uang, diharapkan siswa lebih aktif dan pembelajaran menjadi bermakna sehingga hasil belajar siswa meningkat.

Metode Two Stay Two Stray/TSTS (dua tinggal dua tamu) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada kelompok membagikan hasil dan informasi kepada kelompok lain. Hal ini dilakukan karena banyak kegiatan belajar mengajar yang diwarnai dengan kegiatan-kegiatan individu. Dengan tujuan mengarahkan siswa untuk aktif, baik dalam berdiskusi, tanya jawab, mencari jawaban, menjelaskan dan juga menyimak materi yang dijelaskan oleh teman. Dalam pembelajaran ini siswa dihadapkan pada kegiatan mendengarkan apa yang diutarakan oleh temannya ketika sedang bertamu, yang secara tidak langsung siswa akan dibawa untuk menyimak apa yang diutarakan oleh anggota kelompok yang menjadi tuan rumah tersebut. Dalam proses ini, akan terjadi kegiatan menyimak materi pada siswa.

Baca juga:   Blanded Learning, Solusi Pembelajaran Era Tansisi Pandemi Covid-19

Selama ini kenyataan yang dialami siswa adalah mata pelajaran ekonomi kurang diminati siswa bahkan dianggap mata pelajaran yang sulit dipelajari. Siswa kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Siswa kurang sungguh-sungguh dalam memperhatikan pembelajaran, hasil belajar siswa pada pembelajaran ekonomi rendah, atau masih banyak belum menerapkan model pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

Langkah-langkah pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS seperti yang diungkapkan Lie (dalam Yusritawati, 2009:14) antara lain, a) membagi siswa dalam beberapa kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari empat siswa. b) Kelompok yang dibentuk pun merupakan kelompok heterogen seperti pada pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada siswa untuk saling membelajarkan (Peer Tutoring) dan saling mendukung. c) Siswa bekerjasama dalam kelompok beranggotakan empat orang. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir. d) Setelah selesai, dua orang dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya untuk bertamu ke kelompok lain. Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka ke tamu mereka. e) Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain. f) Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka.

Baca juga:   Penerapan Media Youtube dalam Pembelajaran Drama

Penggunaan teknik TSTS ini dapat meningkatkan kerjasama siswa dalam diskusi. Ini karena masing-masing siswa mempunyai peran, baik sebagai tamu maupun tuan rumah. Ketika melaksanakan peran tersebut, siswa dituntut aktif berbicara, mengungkapkan pendapat dan mengemukakan pertanyaan. Hal ini dapat terlihat pada kegiatan siswa cukup bersemangat dalam belajar, seperti siswa belajar mandiri, berkomunikasi, mengemukakan pendapat dengan baik dan mendorong siswa untuk lebih aktif serta tergambarkan pada proses pembelajaran semua dapat berjalan dengan baik. Serta mampu meningkatkan keaktifan belajar. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS terbukti juga mampu meningkatkan hasil dan ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran ekonomi siswa kelas XI SMAN 1 Kesesi. (dar1/ida)

Guru Ekonomi SMAN 1 Kesesi Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya