Sandy Tak Bisa Lupa saat Diminta Tukar Biola dengan Mikrofon

  • Bagikan
PENGALAMAN BERHARGA: Sandy Ria Ervinna (kiri) mengiringi Didi Kempot saat tampil di DBL Graha Pena Surabaya pada 9 Desember tahun lalu. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Susunan lagu Didi Kempot saat manggung kebanyakan hasil tawar-menawar dengan penonton, bukat setlist yang disiapkan dulu. Mau main apa, mau main pakai apa, bukan masalah. Yang penting bagi Didi para musisi pengiring dapat feel-nya.

SILVESTER K., Solo-FAHMI S., Surabaya

Didi Kempot lebih dari seorang bos atau komandan. Bagi para musisi yang selama ini mendukungnya, dia juga ayah, kakak, sekaligus saudara.

Karismanya begitu kental, keramahannya sangat terasa, dan visi bermusiknya juga begitu jelas. Musik, bagi musisi kelahiran Solo tersebut, bukan hanya sarana untuk mencari materi. Tapi lebih dari itu: sebagai media untuk menebar kebaikan.

”Yang saya pelajari dari beliau (Didi Kempot) adalah jangan ragu-ragu dalam melakukan sesuatu. Itu pesan almarhum dulu waktu pertama kali beliau minta saya gabung di tim musiknya,” kenang Sandy Ria Ervinna, pemain biola grup pengiring Didi Kempot, saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo via sambungan telepon Selasa (19/5) pekan lalu.

Tujuh bulan lamanya Sandy bergabung menjadi penggesek biola di grup musik yang selalu mengiringi Lord Didi –sapaan Didi Kempot di kalangan para penggemar– dalam berbagai pentas. Dia mulai diperhatikan sang maestro campursari itu pada pentas dalam panggung yang sama di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pertengahan 2019.

”Dari sana kemudian dikontak manajernya (Didi Kempot) untuk main bareng di Jogjakarta. Saya langsung mau,” kata perempuan asal Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tersebut.

Pentas di Kota Gudeg pada September tahun lalu itu pun menjadi pengalaman pertamanya bermain dengan sosok musisi yang telah lama dia idolakan tersebut. Konser sepuluh lagu itu dibawakan dengan spontan.

Meski, seperti biasanya, mereka tidak melalui proses latihan. Sandy hanya diberi daftar lagu yang akan dibawakan pada pentas malam itu. ”Baru tahu daftar lagunya itu pun sejam sebelum manggung. Tapi, tidak masalah, saya memang ngefans dengan beliau, jadi sudah familier dengan lagu-lagunya,” papar Sandy.

Basic Sandy musik klasik dan pop. Jadi, pentas di Jogjakarta tersebut juga jadi pentas pertamanya memainkan lagu-lagu campursari dan congdut (keroncong dangdut) sebagai seorang pemain biola. Karena makin sibuk, dia pun harus mengurangi sejumlah kegiatan lainnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *