Pengembangan HOTS Siswa SD melalui Pembelajaran Jaring Laba-Laba

spot_img

RADARSEMARANG.ID, HOTS (High Order Thinking Skills) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi adalah kemampuan berpikir dan bernalar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang rumit dan atau memecahkan suatu kasus atau masalah. Keterampilan berpikir tingkat tinggi didasarkan pada konsep domain kognitif Taksonomi Bloom (1956). Dalam Taksonomi Bloom ketrampilan yang melibatkan analisis, sintesis, dan evaluasi termasuk ketrampilan berpikir tingkat tinggi.

Berpikir tingkat tinggi tidak hanya dapat diberdayakan di pendidikan lanjut. Sejak kelas satu SD pun seorang siswa sudah wajib dilatih berpikir tingkat tinggi melalui proses pembelajaran yang berorientasi HOTS. Rumusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SD/ MI/ SDLB/ Paket A pada Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 telah tegas menyatakan pentingnya penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi sejak usia SD. Oleh karena itu, guru wajib memiliki kemampuan menyusun rencana pembelajaran yang baik dan memahami berbagai model pembelajaran berorientasi HOTS.

Proses pembelajaran di SD yang bersifat tematik memberi kesempatan guru untuk mengembangkan kreativitas dalam mengkolaborasikan unit atau tema pembelajaran menjadi pembelajaran yang terpadu dengan tetap memberdayakan HOTS. Salah satu model yang dapat digunakan adalah model pembelajaran jaring laba-laba (webbed learning). Model jaring laba-laba merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik sebagai pusat pembelajaran dengan dijabarkan dalam beberapa kegiatan dan/ bidang pengembangan (Aisyah, dkk, 2007:4.3).

Baca juga:   Mind Mapping Tingkatkan Hasil Belajar IPA

Pembelajaran terpadu menggunakan model webbed dimulai dengan menentukan tema sebagai pusat atau laba-labanya. Berdasarkan tema tersebut, ditentukan sub-sub tema sehingga akan memperjelas tema utama dengan menggunakan beberapa aspek kemampuan dasar yang ingin dikembangkan. Model webbed menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif sehingga siswa akan memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajari. Melalui pengalaman langsung inilah siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Pengembangan kemampuan tersebut akan melatih siswa untuk berpikir kritis dan kreatif sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Langkah-langkah model pembelajaran jaring laba-laba yang dapat digunakan untuk pemberdayaan HOTS siswa dapat dimulai dari perencanaan yakni dengan penjajakan tema, penetapan tema, dan pengembangan sub tema. Tahap pelaksanaan yang dilakukan dengan pengumpulan informasi melalui kegiatan membaca, pengamatan, diskusi, maupun percobaan. Kegiatan pengumpulan informasi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Selanjutnya pengolahan infromasi yang diperoleh dan penyusunan laporan. Terakhir adalah tahap kulminasi yang dilakukan melalui penyajian laporan dan penilaian.

Baca juga:   Hakikat Evaluasi, Penilaian, dan Pengukuran

Pada dasarnya Model webbed menekankan pada penerapan konsep belajar untuk melakukan sesuatu (learning by doing). Oleh karena itu, guru dapat merancang pengalaman belajar dengan mengaitkan unsur-unsur konseptual yang ada di lingkungan sekitar siswa. Perancangan tersebut sesuai dengan tahap perkembangan siswa SD Negeri 04 Klareyan yang masih berpikir operational konkret serta melihat segala sesuatu dalam satu kesatuan (holistic). (on2/ton)

Guru SDN 04 Klareyan

Author

Populer

Lainnya