Catatan Kecil Bermakna Besar, Merangsang Belajar dan Meningkatkan Daya Ingat

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa anak usia sekolah dasar (SD), rentang usia pada masa pueral. Anak sudah tidak sibuk dengan dirinya sendiri. Mereka meninggalkan sifat “akunya” dan tidak lagi mempercayai dongeng. Mereka lebih mengenal dunia lebih luas, rasa ingin tahu lebih menggelora. Pengetahuan mereka dapat dari bertukar pikiran dengan teman sebaya dan juga dengan cara membaca sendiri. Dalam masa inilah diperlukan teknik-teknik sebagai perangsang anak dalam mencari, menggunakan, mengembangkan dan menghubungkan konsep bahasa yang akan maupun yang telah diperolehnya sehingga pengetahuan lebih mudah diterima dan lebih optimal.

Perangsangan diartikan sebagai usaha guru agar materi pembelajaran menarik perhatian dan memperkuat minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Salah satu teknik perangsangan ialah dengan pembuatan catatan kecil sebagai kegiatan rutin bagi siswa dalam proses pembelajaran.

Membuat catatan kecil terdengar sederhana, tapi dengan bimbingan yang tepat dari guru, proses belajar siswa bisa lebih mudah dan lebih optimal, melatih daya ingat, dan lebih merangsang siswa untuk mengetahui yang dihafal dari inti pembelajaran.

Catatan kecil bisa menghilangkan kebosanan. Siswa tidak harus selalu membawa dan membuka buku paket yang tebal dan banyak. Jika siswa sudah membuat catatan kecil, ia tinggal membukanya. Dengan catatan kecil juga bisa mempersingkat waktu belajar. Dan yang lebih utama dengan membuat catatan kecil, siswa harus membaca dan menulis yang dapat melatih daya ingat siswa dalam belajar.

Baca juga:   Belajar Keberagaman SARA dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika melalui STAD

Cara membuat catatan kecil yang cocok untuk anak usia sekolah dasar bisa dengan metode mapping dan menguraikan. Pada metode mapping, sebagaimana disampaikan oleh pencetusnya, yaitu Tony Buzan, proses ini membantu dalam banyak hal. Beberapa di antaranya yaitu merencanakan, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, serta mengingat kembali pengetahuan yang telah diterimanya.

Pada metode ini anak diajak mencatat dengan cara menggambar. Metode ini sangat bagus untuk mencari hubungan antartopik, tema atau pelajaran. Mencatat cara ini terlihat seperti menggambar pohon yang tiap batangnya atau cabangnya memiliki ranting. Pada tahap awal, tentukan terlebih dahulu topik atau tema pelajaran, selanjutnya buat subtopik dari topik utamanya. Jangan lupa, tuliskan kata kunci dari setiap subtopik. Melalui metode ini, anak juga dilatih kreatifitasnya dalam membuat gambar dari rangkaian topik pelajaran. Bisa dengan berbagai bentuk garis dan warna serta pula bisa dilengkapi dengan gambar-gambar yang menarik siswa untuk membacanya. Dengan hasil karyanya sendiri pasti anak akan lebih menghargai dan mudah mempelajarinya.

Baca juga:   Hakikat Evaluasi, Penilaian, dan Pengukuran

Cara kedua dengan metode menguraikan. Metode ini dengan membuat poin-poin penting untuk menjelaskan suatu topik pelajaran. Awali dengan menulis topik utama dari pelajaran. Selanjutnya berikan penjelasan singkat tentang topik utama tersebut, bisa pula langsung dengan menuliskan subtopik pelajaran di bawah topik utama. Tuliskan poin-poin penting dari setiap sub topik tanpa menjadikannya sebagai sebuah paragraf. Cara ini sangat efektif jika ingin mencatat topik atau pelajaran yang memiliki banyak detail seperti mata pelajaran IPA dan IPS.

Untuk bisa membuat catatan kecil, terlebih dahulu guru harus menanamkan pengertian bahwa menulis itu penting. Berikan dorongan positif untuk anak. Berikanlah pengertian bahwa menulis adalah kegiatan yang memiliki tujuan yang jelas dan bermanfaat. Latih anak untuk bisa membuat catatan yang rapi, agar bisa dibaca dirinya sendiri dan orang lain. Selain itu, dengan membuat tulisan yang rapi akan menjadikan anak untuk gemar mencatat, sehingga anak terdorong untuk belajar. Dengan catatan yang rapi, membuat anak lebih suka membaca catatan mereka, karena mudah dibaca dan lebih mudah dipahami oleh mereka sendiri. (on1/lis)

Guru Kelas SDN 08 Purwoharjo

Author

Populer

Lainnya