Antropomorfisme dalam Fabel Modern

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam sastra, istilah fabel tidak lah asing. “Fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia” (id.m.wikipedia.org/wiki/Fabel).

Fabel hanyalah cerita fiksi atau khayalan belaka dengan tokoh-tokoh hewan yang diceritakan mempunyai akal, tingkah laku, dan dapat berbicara seperti manusia. Fabel merupakan salah satu cerita moral yang sangat diminati khususnya anak-anak. Tokoh hewan yang kerap muncul dalam fabel salah satunya adalah kancil. Hewan yang terkenal dengan kecerdikannya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kamus versi online/daring, terdapat penjelasan mengenai antropomorfisme. “An-tro-po-mor-fis-me yakni pengenaan ciri-ciri manusia pada binatang, tumbuh-tumbuhan, atau benda mati” (htttps://kbbi.web.id/ antropomorfisme.html).

Sebenarnya antropomorfisme dalam fabel modern sudah lama muncul, misalnya dalam film kartun yang tayang di televisi, tokoh yang dimunculkan dalam komik, maupun tokoh di dalam buku cerita bergambar. Ada tokoh seekor kucing bernama Tom, tikus bernama Jerry. Mereka muncul dalam serial animasi yang menceritakan seekor kucing (Tom) dan tikus (Jerry) yang selalu bertengkar. Ada pula Donal Bebek, salah satu karakter Disney yang merupakan seekor bebek yang sering ditampilkan mengenakan baju pelaut biru/kelasi tanpa celana.

Baca juga:   Kembangkan Kreativitas Siswa melalui Seni Kolase dari Cangkang Telur

Lalu Miki tikus, yang merupakan tokoh fiksi kartun berbentuk seekor tikus yang menjadi ikon bagi The Walt Disney Company. Kalau ada Miki tikus, ada pula Mini tikus, kemudian tokoh anjing yang bernama Goofy adalah teman dari Miki tikus, sedang Pluto adalah anjing peliharaan Miki tikus, serta masih banyak yang lain.

Siswa SMP Negeri 2 Suruh ketika mempelajari KD 4.11 Menceritakan kembali isi cerita fabel/legenda daerah setempat yang dibaca/didengar mencoba diperkenalkan dengan antropomorfisme dalam fabel modern yang sering mereka saksikan di layar televisi. Melalui acara televisi yang menyajikan antropomorfisme, diharapkan memberikan daya tarik untuk siswa agar lebih mudah memahami isi ceritanya kemudian mampu menceritakan kembali apa yang telah mereka tonton.

Daya tarik antropomorfisme di sini antara lain munculnya tokoh hewan yang dikemas dalam bentuk berbeda. Misalnya binatang kucing yang diwujudkan dalam tokoh Tom, bisa berdiri serta berjalan seperti manusia dengan menggunakan dua kaki. Berbeda dengan hewan kucing yang kita ketahui berjalan dengan empat kakinya. Tokoh Tom juga diceritakan mampu melakukan aktivitas manusia, seperti mengambil makanan di kulkas, menggunakan sendok garpu, dan lain sebagainya.

Baca juga:   Modul Praktik Pengolahan Makanan Tingkatkan Hasil Pembelajaran

Ketika siswa SMP Negeri 2 Suruh telah menguasai kemampuan menceritakan kembali, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan membaca fabel yang ada di buku, seperti “Belalang Sembah”, “Sesama Saudara Harus Berbagi”, “Semua Istimewa”, “Gajah yang Baik Hati”, “Kuda Berkulit Harimau”, “Cici dan Serigala”. Karena kemampuan mereka sudah terasah dalam menceritakan kembali fabel modern bentuk kartun tadi, maka mereka juga dapat dengan mudah menceritakan kembali beberapa judul fabel yang isi ceritanya telah mereka baca dari buku.

Sebagian besar siswa menyampaikan jika selama ini mereka hanya mengenal cerita fabel yang tokohnya kancil, buaya, monyet, kerbau, serta beberapa binatang lain. Para siswa mengungkapkan bahwa dengan mengenal antropomorfisme dalam fabel modern membuat mereka mengerti ternyata beberapa film kartun yang pernah mereka tonton termasuk jenis fabel yang tokohnya hewan dan berperilaku menyerupai manusia. (on1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Suruh, Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya