33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari legenda campursari tersebut.

GLANDY B-SHAFA N.JakartaSILVESTER K., Solo, Jawa Pos

RENCANA pembuatan klip video sudah disusun. Disusul tampil bareng di panggung membawakan lagu duet mereka.

’’Saya sudah semangat sekali, adrenalin rasanya terpompa. Membayangkan ketemu Sobat Ambyar dan Mas Didi (Kempot) itu sesenang itu,’’ kata penyanyi Yuni Shara kepada Jawa Pos.

Demikian pula Soimah Pancawati. Mestinya, seusai Lebaran ini (sebelum kemudian ditunda karena pandemi Covid-19), dia dipertemukan kembali dengan Didi Kempot. ”Ada tawaran program di salah satu TV swasta yang katanya bareng Mas Didi. Saya juga belum konfirmasi dengan tim beliau (Didi, Red), tapi konsep acara memang sempat ditawarkan ke saya,” ujar penyanyi kelahiran Pati, Jawa Tengah, itu.

Tapi, antusiasme dan kegembiraan bisa berduet bareng sang legenda campursari tersebut terempas pada Selasa pagi dua pekan lalu. Kabar duka datang dari Solo: penyanyi 53 tahun itu berpulang.

’’Tanggal 5 (Mei) pagi saya dikabari Mas Didi meninggal, saya nggak percaya. Pas buka WhatsApp, penuh semua dengan pertanyaan ’apa betul Mas Didi meninggal’’ kata Yuni yang sempat bengong dan linglung saat menerima kabar duka tersebut.

Didi boleh telah berpulang, tapi kenangan dan kesan dari orang-orang yang pernah bekerja sama dengannya tak pernah hilang. Termasuk bagi Yuni yang belum pernah sepanggung dengan Didi sebelumnya.

Yuni menceritakan, saat mendapat tawaran menjadi rekan duet sang maestro campursari pada awal tahun ini, dia langsung antusias. Sebab, Didi merupakan salah satu musisi yang dikaguminya.

’’Saya itu bolak-balik coba nyanyi lagu karya Mas Didi, selalu ada yang salah lho. Sebab, ada perbedaan antara bahasa Jawa-nya Jawa Tengah dan Jawa Timur,’’ terang perempuan asal Batu, Jawa Timur, itu.

Dari sejumlah lagu yang disodorkan Didi, Yuni memilih Kapusan Janji. Sebab, menurut dia, karya Didi tersebut punya karakteristik yang pas dengan vokalnya.

’’Meskipun judul lagu itu terdengar nggak bagus ya, Kapusan Janji alias kena bohong atau kena tipu sama janji. Saya mikir panjang karena sebuah lagu bisa berpengaruh ke (hidup) seorang penyanyi,’’ kata Yuni yang meskipun sempat ragu akhirnya tetap memilih lagu itu.

Begitu selesai take vocal, Yuni pun titip salam ke Didi lewat tim label SKI Records. ’’Semoga dia suka ya sama suara saya,’’ ujar Yuni kala itu.

Rupanya, Didi sangat suka dengan cara pelantun Hilang Permataku itu membawakan Kapusan Janji. Dari situlah rencana membuat klip video dan duet bareng mulai direncanakan tim manajemen kedua artis.

Kapusan Janji merupakan lagu yang direncanakan masuk sebagai salah satu single di album terbaru Didi. Album tersebut sejatinya tengah dikerjakan. ’’Maunya ya dirilis di masa-masa ini, antara puasa atau Lebaran,’’ ujar Achmad Yusuf, produser dan head of music dari SKI Records, label yang bekerja sama dengan Didi sejak 2010.

Bersama SKI Records, Didi sempat merilis lagu-lagu terakhirnya sebelum wafat. Di antaranya, Nelongso Ati, Ati Dudu Wesi (duet dengan Happy Asmara), Kapusan Janji (duet dengan Yuni), Cemoro Sewu, Aku Kudu Piye, dan sebuah lagu religi Istighfar Sakuatmu.

’’Yang lagu religi itu cukup berkesan karena almarhum kan jarang bawain lagu religi. Beliau juga turun tangan mengusulkan penggantian beberapa not dan lirik di lagu itu,’’ jelas Yusuf.

Soimah mengakrabi lagu-lagu Didi jauh sebelum dia seterkenal sekarang, jauh sebelum dia mengenal Didi secara personal. Tepatnya ketika dirinya masih mengais rezeki dengan menyanyi dari kampung ke kampung dalam pergelaran resepsi pernikahan, khitanan, dan sejumlah acara lain yang diiringi organ tunggal.

Beberapa tahun berikutnya, nama Soimah mulai dikenal banyak orang berkat suaranya yang khas. Dia pun berkesempatan bertemu untuk kali pertama dengan Didi. Sayang, pelantun lagu Pelet Cinta itu tak mengingat kapan detailnya.

Namun, Soimah menyatakan, belakangan ini memang dirinya sering dipertemukan dengan Didi ketika bekerja. Baik itu saat agenda on air maupun off air. ”Enam bulan lalu satu panggung di Jogjakarta. Sebelumnya satu event lagi di Balikpapan. Tapi, memang lebih banyak di studio Indosiar sih,” katanya kepada Jawa Pos, Selasa (19/5).

Keduanya juga bertemu di panggung Ngayogjazz 2019 pada November. Mereka sempat berduet membawakan Pamer Bojo.

Pada momen-momen bertemu di panggung itulah, biasanya mereka ngobrol intens. Membahas seputar karya yang dihasilkan dan bagaimana prosesnya.

Soimah pun ingat betul nasihat yang pernah disampaikan Didi. ”Selalu andap asor (rendah hati), tidak sombong, mengalir apa adanya, dan hargailah proses panjangmu,” kata Soimah menirukan ucapan Didi.

Didi memang tak pernah pelit ilmu. Kepada para juniornya, dia bak guru, bahkan ayah.

Gresta Budiasti, yang menjadi model klip video Banyu Langit dan Pom Bensin, mengenang bagaimana penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart itu membantunya mencapai potensi maksimal dalam dirinya.

Salah satunya, bagaimana berakting dalam dua klip video tersebut. Selama proses syuting, Didi Kempot ikut terjun langsung untuk mengarahkan.

Misalnya, mengarahkan Gresta bagaimana memvisualkan lirik tentang patah hati. Didi meminta dia mengingat kisah pribadinya yang sedih. ’’Ya sudah, di lagu Banyu Langit saya bayangkan kangen sama mantan. Nah, di lagu Pom Bensin saya munculkan lagi kenangan saya waktu dikhianati,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Karena itu, meski hanya bekerja sama dalam dua klip lagu tersebut, Gresta merasa sangat kehilangan atas kepergian Didi. ’’Banyak ilmu yang saya dapat dari seorang Didi Kempot,” tuturnya.

Tak cuma Gresta tentu saja. Yusuf menyebut SKI Records kehilangan sosok yang sangat prolifik dalam menulis lagu. ’’Sekarang ini masih kami pilih-pilih sama manajemennya. Didi itu punya banyak stok lagu yang sudah direkam, tapi belum sempat dipublikasikan,’’ terang Yusuf.

Album terbaru Didi akan tetap dirilis tahun ini. Tapi, sebenarnya pihaknya dan Didi serta tim juga sempat berbicara soal beberapa album yang akan dikerjakan setelah ini.

’’Sekarang sebagai pengobat rindu, saya dan tim berencana merilis sejumlah klip lagu almarhum di kanal YouTube dalam waktu dekat,” katanya.

Yuni pun merasa lagu Kapusan Janji seolah menjadi perwujudan perasaan cemasnya di awal sebelum rekaman. Cemas kalau sebuah lagu bisa jadi semacam pemberi pengaruh ke kehidupan si penyanyi.

Tentu saja kapusan atau tertipu di sini maksudnya lebih pada kiasan. Bukan tertipu dalam makna harfiah. Bahwa janji dia akan bikin klip dan sepanggung bareng Didi tak terlaksana karena sang rekan duet keburu pergi.

’’Padahal, saya sudah punya bayangan yang indah,” ujar Yuni.

Meski demikian, bisa diberi kepercayaan musisi yang dia kagumi untuk membawakan sebuah lagu yang indah adalah kehormatan yang tak akan pernah dia lupakan. ’’Terima kasih buat Mas Didi,’’ kata Yuni dengan suara bergetar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nelayan Minta Jaminan Keamanan

SEMARANG - Ribuan nelayan pengguna alat tangkap cantrang di Jateng menggeruduk kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (17/1) kemarin. Mereka meminta gubernur memberikan...

Kasi SMP Dituntut 2 Tahun Penjara

SEMARANG - Kepala Seksi (Kasi) Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten non-job, Suramlan, dituntut dua tahun penjara dan denda Rp 50 juta...

Cemburu, Korban Tewas Dicekik

DEMAK - Pelaku pembunuhan terhadap Ayu Kurniandani, 19, warga Desa Welahan RT 2 RW 1, Kecamatan Welahan, Jepara, akhirnya berhasil ditangkap aparat Polres Demak....

Ajak Investasi dan Wisata ke Batang

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Minggu (8/4) kemarin Kabupaten Batang memperingati ulang tahun ke-52. Pada peringatan kali ini Pemkab menggelorakan semangat untuk mengajak semua orang berinvestasi...

Wajib Gunakan Nontunai

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mulai tahun ini, Pemprov Jateng memberlakukan transaksi nontunai untuk semua keuangan daerah. Sudah tidak ada lagi transaksi menggunakan tunai agar laporan...

Santri Ponpes Didorong Menjadi Motivator Kesehatan Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Lembaga pendidikan yang menjadi tempat mencetak calon-calon generasi penerus bangsa diharapkan untuk tidak lupa memperhatikan kesehatan lingkungan. Tak terkecuali lembaga pendidikan seperti Pondok...