Belajar Pasar Modal lebih Menyenangkan dengan Role Playing

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia adalah masih rendahnya kualitas pendidikan. Hal tersebut disebabkan oleh lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, peserta didik kurang di dorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran diarahkan kepada kemampuan peserta didik untuk menghafal informasi. Peserta didik dipaksa mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian aktivas guru dan peserta didik atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Kendala yang dihadapi peserta didik kelas X di SMA Negeri 5 Semarang bahwa materi ekonomi khususnya pada pokok bahasan Pasar Modal dianggap sulit bagi peserta didik karena pada materi pasar modal banyak istilah-istilah baru yang masih asing bagi peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan adanya pembelajaran inovatif dan interaktif sesuai dengan pendekatan saintifik yang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik tentang materi tersebut sekaligus meningkatkan aktivitas peserta didik dalam belajar. Untuk memperoleh hasil belajar yang memuaskan pada kompetensi dasar pasar modal diperlukan penerapan metode pembelajaran yang tepat dalam melaksanakan proses pembelajaran.

Baca juga:   Pengaruh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terhadap Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Politik

Penerapan metode pembelajaran role playing dapat memberikan masukan mengenai metode pembelajaran yang baru dan lebih variatif bagi peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada apa yang dipelajari oleh peserta didik. Menurut Zaini (2008: 98) role playing ( bermain peran ) adalah suatu aktivitas pembelajaran terencana yang dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang spesifik. Role Playing atau bermain peran atau teknik sosiodrama adalah suatu jenis teknik simulasi yang umumnya digunakan untuk pendidikan sosial dan hubungan antarinsani. Seorang guru yang akan menggunakan pendekatan role playing sebagai strategi pembelajaran harus mendasarkan pada persepsi siswa (pengalaman dan ekspektasi siswa), tujuan pembelajaran, dan jumlah waktu yang tersedia.

Keberhasilan metode pembelajaran melalui bermain peran tergantung pada kualitas permainan peran (enactment) yang diikuti dengan analisis terhadapnya. Disamping itu, tergantung pula pada persepsi peserta didik tentang peran yang dimainkan terhadap situasi nyata. Dalam materi pasar modal kelas dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing peserta didik dalam kelompok tersebut ditugaskan untuk memerankan sebagai emiten (perusahaan yang memperjualbelikan efek), investor ( nasabah perusahaan efek), pialang/broker (orang yang menghubungkan investor dan perusahaan efek), penjamin emisi, wali amanat ( lembaga yang dipercaya untuk kepentingan pemegang efek), BAE ( pihak yang melakukan pencatatan kepemilikan efek ), notaris ( pencatat kontrak – kontrak penting)

Baca juga:   Dengan Pembelajaran Tatap Muka, Ciptakan Sekolah Ramah Anak

Dalam metode role playing ini guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk memberikan pendapat atau mencari pemecahan dengan cara-cara lain yang kemudian diambil kesimpulan. Dalam diskusi kemungkinan terjadi adanya perbedaan pendapat antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lain. Hal ini dikerenakan perbedaan persepsi dalam menterjemahkan sosiodrama dari metode role playing yang telah diperankan. Guru harus cekatan dalam mengendalikan situasi tersebut dan diharapkan guru mampu sebagai penengah. Sehingga peserta didik dan guru dapat menyimpulkan alur jual beli saham pada materi pasar modal dengan baik dan benar.

Metode role playing memiliki beberapa kelebihan yaitu peserta didik dapat melatih dirinya untuk memahami dan mengingat materi yang akan didramakan, peserta didik akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreasi, memunculkan bakat siswa dalam bidang seni, peserta didik memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab. (gml1/zal)

Guru Ekonomi SMAN 5 Semarang

Author

Populer

Lainnya