33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang untuk mendatangi tempat yang dimaksud.

SUGENG D.N.Pacitan– LATIFUL H.Ngawi– IRAWAN W., Solo, Jawa Pos

LAGUNYA buat hadiah, Pak In,” kata Didi Kempot sembari menyerahkan sebuah flash disk kepada Bupati Pacitan Indartato.

Pada suatu hari di 2016 itu, mereka bertemu di Madiun, Jawa Timur.

Indartato tentu kaget bercampur senang atas hadiah kejutan tersebut.

”Mas Didi berpesan minta lagunya dikoreksi,” kata Indartato kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Maka, sepulang ke Pacitan, Indartato dan beberapa tokoh setempat langsung menyimak saban bait lagu itu. Isinya bercerita tentang Pantai Klayar, salah satu destinasi wisata andalan kabupaten di ujung selatan Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah tersebut.

Hadiah kejutan itu ternyata berefek sangat positif bagi Pacitan. Begitu dirilis, lagu tersebut langsung booming. Nama pantai di Desa Sendang, Donorojo, itu otomatis ikut terkerek.

Menurut Indartato, warga dari luar Pacitan pun berbondong-bondong berwisata ke kabupaten yang dipimpinnya lantaran penasaran seusai mendengar lagu tersebut. ”Bisa menaikkan pamor Pantai Klayar, pengunjungnya banyak, disukai orang, dan saya ikut kondang karena tampil di video clip-nya hehehe,’’ terang Indartato yang memang diminta Didi untuk turut membintangi klip tersebut.

”Pantai Klayar” adalah episode lanjutan kesuksesan Didi dalam platform penulisan lagu yang dimulai di pengujung 1990-an lewat ”Stasiun Balapan”. Penggunaan nama-nama tempat publik, baik destinasi wisata maupun fasilitas umum, sebagai judul atau disisipkan di dalam lirik yang dipadukan dengan kisah romansa.

”Terminal Tirtonadi, ”Dalan Anyar”, ”Banyu Langit”, ”Tanjung Mas Ninggal Janji”, dan ”Jembatan Suramadu” adalah sebagian lainnya. Lirik-lirik itu ditulis dengan jujur, tanpa ada titipan pesan atau slogan dari pemerintah setempat. Itulah yang membuat karya-karya tersebut gampang nyantol dan bikin penasaran orang untuk menziarahi tempat yang dimaksud.

Didi bersama Bupati Pacitan Indartato di sela syuting “Pantai Klanyar”. (JAWA POS RADAR PACITAN)

”Birune segara kutha Pacitan, nyimpen janjimu seprene ra bisa ilang.

Birune segara kutha Pacitan, Pantai Klayar sing nyimpen sewu kenangan.”

(Birunya lautan Kota Pacitan, menyimpan janjimu sampai sekarang tak bisa hilang.

Birunya lautan Kota Pacitan, Pantai Klayar. Yang menyimpan sejuta kenangan).

Jika dibandingkan, refrain dari ”Pantai Klayar” itu punya kemiripan pola dengan ”Stasiun Balapan”.

”Pamitmu naliko semono

Ning Stasiun Balapan Solo”

(Janjimu ketika itu

Di Stasiun Balapan Solo)

Ada tempat, sepasang kekasih yang terpisah, atau cinta yang dikhianati. Pola yang kurang lebih sama juga dipakai Didi di lagu-lagu lain yang mengambil judul atau berlatar sebuah tempat tertentu.

Ngawi juga termasuk yang merasakan dampak positif lagu-lagu Didi yang ber-setting kabupaten di ujung barat Jawa Timur itu. Kebetulan di Ngawi pula maestro campursari tersebut menghabiskan masa kecil hingga remaja. Juga, tempat dia dimakamkan.

Siapa penggemar Didi yang tak hafal refrain itu meski mungkin seumur hidup belum pernah berkunjung atau melintasi Ngawi.

Neng dalan anyar kowe karo sopo

Aku ngerti dhewe neng ngarepe moto

”Dalan Anyar” bertutur soal kisah cinta dengan latar sebuah jalan alternatif yang menghubungkan ujung timur dengan ujung barat wilayah Ngawi kota.

”Saya melihat ini bentuk kebanggaan Mas Didi dengan menceritakan identitas daerah ke dalam karyanya,” kata Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono kepada Jawa Pos Radar Ngawi.

Dalam ”Benteng Pendem”, Kanang turut tampil dalam video clip-nya. Klip mengambil latar di benteng yang jadi judul lagu tersebut yang juga destinasi andalan Ngawi.

Didi dan Bupati Ngawi Budi “Kanang” Sulistyono. (LATIFUL HABIBI/JAWA POS RADAR NGAWI)

Kepedulian Didi itulah yang sangat dikagumi Kanang. Komunikasi terakhirnya dengan penyanyi kelahiran Solo tersebut dilakukan saat membahas konser yang ditujukan untuk mengampanyekan agar tidak mudik.

Solo, kota tempat Didi berproses, tentu saja juga banyak diceritakan penyanyi berjuluk Lord Didi itu dalam karyanya. ”Stasiun Balapan” melejitkan Didi, sekaligus juga memopulerkan stasiun di Solo itu hingga PT Kereta Api Indonesia menunjuknya jadi duta. ”Terminal Tirtonadi”, nama terminal di Kota Bengawan itu, contoh lainnya.

Itulah yang membuat Pemkot Solo berencana membangun monumen untuk mengenang dan menghargai jasa Didi Kempot. Seperti dilaporkan Jawa Pos Radar Solo, rencananya monumen tersebut dibangun di Stasiun Solo Balapan atau Terminal Tirtonadi.

Pemkot Solo juga akan berkirim surat kepada menteri sosial agar The Godfather of Broken Heart itu mendapat anugerah dari negara. Pemkot merasa penghargaan tersebut pantas diberikan kepada penyanyi berkelas internasional yang berpulang 5 Mei lalu itu.

”Nanti kami bicarakan dengan tokoh-tokoh seniman dan budayawan sebaiknya (monumen Didi Kempot) di mana,” kata Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang turut tampil dalam video terakhir yang dirilis Didi, ”Ojo Mudik”.

Di mana pun monumen tersebut nanti berdiri, orang juga bisa menemui Didi saat berwisata ke Pantai Klayar. Juga, saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Mas, melintasi dalan anyar di Ngawi, atau tempat-tempat lain yang dia abadikan dalam lagu-lagunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Libur Lebaran, 200 Mobdin Dikandangkan

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Memasuki libur Lebaran, kemarin (8/6) Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai mengandangkan mobil dinas (mobdin). Untuk memastikan kondisi mobdin, Penjabat Sekda Kudus...

Meet Day 5 Generasi Komunitas Civic

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Indonesian Civic Hatchback kembali mengadakan Meet Day temu kangen para komunitas pencinta otomotif pada Sabtu, (21/4) lalu di The Wujil, Semarang. Pertemuan yang...

Pembuktian Para Jawara Offroad

SEMARANG – Para offroader terbaik Tanah Air dari tim-tim papan atas akan bersaing ketat dalam Kejurnas Super Adventure Offroad Team Seri 1 yang berlangsung...

Satpol PP Tertibkan PKL Alun Alun

DEMAK-Petugas Satpol PP Pemkab Demak kemarin malam menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun Alun Kota Demak. Penertiban ini dilakukan agar wilayah depan...

UM Magelang Teken Kerjasama dengan PT Thailand

MUNGKID-- Kerjasama internasional dalam bidang akademik dan penelitian kembali dilakukan UM Magelang. Kali ini UM Magelang melakukan kerjasama dengan dua perguruan tinggi Thailand, yaitu...

Perempuan Harus Melek Politik

Peran perempuan dalam parlemen atau lembaga legislatif sangatlah penting. Untuk itu, perempuan harus berani tampil dalam ranah publik atau kancah politik. “Kalau mau tampil dalam...