Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

  • Bagikan
ABADI DALAM LAGU: Didi Kempot bersama Wiali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo dalam sebuah acara beberapa tahun lalu. (ISWARA BAGUS NOVIANTO/JAWA POS RADAR SOLO)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang untuk mendatangi tempat yang dimaksud.

SUGENG D.N.Pacitan– LATIFUL H.Ngawi– IRAWAN W., Solo, Jawa Pos

LAGUNYA buat hadiah, Pak In,” kata Didi Kempot sembari menyerahkan sebuah flash disk kepada Bupati Pacitan Indartato.

Pada suatu hari di 2016 itu, mereka bertemu di Madiun, Jawa Timur.

Indartato tentu kaget bercampur senang atas hadiah kejutan tersebut.

”Mas Didi berpesan minta lagunya dikoreksi,” kata Indartato kepada Jawa Pos Radar Pacitan.

Maka, sepulang ke Pacitan, Indartato dan beberapa tokoh setempat langsung menyimak saban bait lagu itu. Isinya bercerita tentang Pantai Klayar, salah satu destinasi wisata andalan kabupaten di ujung selatan Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah tersebut.

Hadiah kejutan itu ternyata berefek sangat positif bagi Pacitan. Begitu dirilis, lagu tersebut langsung booming. Nama pantai di Desa Sendang, Donorojo, itu otomatis ikut terkerek.

Menurut Indartato, warga dari luar Pacitan pun berbondong-bondong berwisata ke kabupaten yang dipimpinnya lantaran penasaran seusai mendengar lagu tersebut. ”Bisa menaikkan pamor Pantai Klayar, pengunjungnya banyak, disukai orang, dan saya ikut kondang karena tampil di video clip-nya hehehe,’’ terang Indartato yang memang diminta Didi untuk turut membintangi klip tersebut.

”Pantai Klayar” adalah episode lanjutan kesuksesan Didi dalam platform penulisan lagu yang dimulai di pengujung 1990-an lewat ”Stasiun Balapan”. Penggunaan nama-nama tempat publik, baik destinasi wisata maupun fasilitas umum, sebagai judul atau disisipkan di dalam lirik yang dipadukan dengan kisah romansa.

”Terminal Tirtonadi, ”Dalan Anyar”, ”Banyu Langit”, ”Tanjung Mas Ninggal Janji”, dan ”Jembatan Suramadu” adalah sebagian lainnya. Lirik-lirik itu ditulis dengan jujur, tanpa ada titipan pesan atau slogan dari pemerintah setempat. Itulah yang membuat karya-karya tersebut gampang nyantol dan bikin penasaran orang untuk menziarahi tempat yang dimaksud.

Didi bersama Bupati Pacitan Indartato di sela syuting “Pantai Klanyar”. (JAWA POS RADAR PACITAN)

”Birune segara kutha Pacitan, nyimpen janjimu seprene ra bisa ilang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *