Tematik Tingkatkan Antusiasme Belajar Harga Keseimbangan Pasar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ADA banyak makna arti belajar salah satunya adalah proses yang bersifat individu dimana terjadi perubahan stimuli ke sejumlah informasi sehingga menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan. Perubahan perilaku tidak saja dari hasil kematangan terbuka dan dapat diamati tetapi dapat juga dalam cara berpikir. Belajar tentang materi Harga Keseimbangan Pasar kelas X di SMAN 1 Pegandon semester 1 banyak siswa yang tidak memahami tentang materi dan kurangnya minat serta antusiasme siswa. Padahal istilah pasar adalah hal yang biasa mereka dengar dan alami, akan tetapi praktiknya siswa kesulitan memahami harga keseimbangan pasar. Untuk itulah penulis perlu menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan antusiasme siswa sehingga hasil belajar dapat meningkat.

Model pembelajaran tematik adalah sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individu atau kelompok aktif mencari, menggali, dan mengemukakan prinsip atau konsep keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik melalui tema tertentu. Tema yang dipilih haruslah berkaitan erat dengan pengalaman nyata siswa dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran yang dialami siswa dapat memberikan pengalaman bermakna bagi diri siswa sendiri. Fokus perhatian dalam pembelajaran tematik ini terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk bentuk ketrampilan yang harus dikembangkan.

Baca juga:   Menerapkan Discovery Learning dalam belajar Interaksi Sosial

Proses pembelajaran tematik terdiri atas perencanaan, pelaksanaan dan kulminasi. Proses perencanaan terdiri atas penjajakan tema, penetapan tema, pengembangan sub tema dan penilaian proses. Proses pelaksanaan terdiri atas pengumpulan data/informasi, pengolahan data, penyusunan laporan, dan penilaian proses. Proses kulminasi terdiri atas penyajian laporan dan penilaian. Pada prinsip pelaksanaan pilihlah tema yang tidak terlalu luas, tema harus bermakna, tema sesuai tingkat perkembangan peserta didik atau siswa, mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar dan pemberian tanggung jawab yang jelas kepada setiap siswa serta guru bersifat akomodatif terhadap ide yang berkembang meskipun belum direncanakan. Dalam prinsip evaluasi guru memberi kesempatan siswa untuk melakukan evaluasi diri, evaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan kontrak belajar dan hendaknya guru merespon setiap reaksi siswa dalam semua even sebagai satu kesatuan utuh dan bermakna.

Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan pembelajaran tematik ini diantaranya siswa lebih mudah dalam memusatkan perhatiannya pada suatu tema tertentu, siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama, pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan, kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa, siswa dapat lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas serta siswa dapat lebih bergairah belajar karena dapat berkomonikasi dalam situasi nyata untuk mengembangkan kemampuan dalam suatu tema.

Baca juga:   Mythophobia, Penghambat Keterampilan Berbicara

Dengan menggunakan pembelajaran tematik pada materi harga keseimbangan pasar siswa kelas X semester satu di SMAN 1 Pegandon anak jauh lebih semangat dan antusias untuk mengikuti pembelajaran dengan tema pasar itu apalagi aktivitas belajar siswa kita bawa keluar kelas, sehingga belajar jauh lebih menyenangkan dan tidak membosankan, sehingga hasil belajarpun lebih meningkat. Melalui pengalaman langsung inilah siswa akan memahami konsep yang dipejari dan menghubungkannya dengan konsep lain. (ikd2/ida)

Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Pegandon Kendal

Author

Populer

Lainnya