33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona.

ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILONgawi, Jawa Pos

SUATU hari Poer Blontang mengajak Didi Kempot ke sebuah restoran. Tempatnya sangat layak. Yang mereka tempati juga ruangan khusus, merokok diperbolehkan.

”Ternyata Mas Didi protes. Dia bilang, kok tidak ada makanan yang bisa langsung dimakan,” tutur Blontang yang dikenal sebagai salah seorang kawan dekat penyanyi pemilik banyak hit itu kepada Jawa Pos Radar Solo.

Jadilah, lanjut Blontang, siang-siang Didi turun dari hotel tempat mereka tinggal. ”Dia ke warung (masakan) Padang, mbungkus makanan. Itu yang nggak pernah berubah dari Mas Didi,” katanya.

Hingga maut menjemputnya pada Selasa pagi lalu (5/5), kesederhanaan tak pernah luntur dari penyanyi campursari/pop Jawa legendaris berjuluk The Godfather of Brokenheart itu. Baik saat manggung maupun dalam laku keseharian.

Padahal, sebagai penyanyi papan atas, dengan begitu banyak hit, populer sampai ke Suriname, serta jadwal manggung sangat padat, Didi bisa saja menyusun riders (daftar permintaan musisi yang diundang manggung) sendiri. Namun, hal tersebut tidak pernah dilakukan.

Apa pun yang disiapkan panitia pasti akan diterima dengan senang hati. ”Orangnya seperti itu, mangan ora ribet, turu opo maneh (makan tidak ribet, tidur apa lagi). Misalnya ada undangan, tidak pernah minta macam-macam,” ucap Blontang.

Hidup yang keras, karir yang dititi dari tingkat paling bawah, yang barangkali membentuknya demikian. Lagu-lagunya memang membawanya ke mahameru keterkenalan, tapi akan selalu ada ”Didi Kempot-yang-pernah-mengamen-di-jalanan-Solo dan Jakarta” dalam dirinya.

Itu pula yang membuat jiwa sosialnya tinggi. ”Orangnya senang membantu sesama. Tidak pernah memikirkan materi,” kata Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang bertahun-tahun bersahabat dengan penyanyi yang berpulang dalam usia 53 tahun itu.

Bersama Kapolresta Surakarta Kombespol Andy Rifai dan Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji, Rudy –sapaan akrab F.X Hadi Rudyatmo– sempat menjadi model klip video tembang terakhir Didi Kempot bertajuk Ojo Mudik. Lagu itu didedikasikan pria yang terlahir dengan nama Dionisius Prasetyo tersebut untuk mengingatkan warga agar tidak mudik selama masa pandemi Covid-19.

Selain merilis lagu itu, pelantun Cidro, Layang Kangen, Ketaman Asmoro, Pamer Bojo, dan banyak hit lainnya itu juga sempat menggalang konser amal yang berhasil mengumpulkan dana sampai miliaran rupiah. ”Itu memang ciri khas almarhum. Komitmennya untuk sesama sangat tinggi,” kata Sumartono Hadinoto, salah seorang tokoh masyarakat Solo.

Keramahan dan kesantunan Didi, tutur Sumartono, juga tak pernah berubah. ”Orangnya masih merakyat, rendah hati, dan tidak sombong kepada siapa pun,” kata Sumartono.

Ditambah lagu-lagunya yang lirik-liriknya mengena dan akrab dengan keseharian, tak mengherankan kalau kemudian Didi diidolakan berbagai kalangan. Dari warga senior sampai kalangan milenial. Mulai para pejabat dan orang-orang berpunya hingga orang-orang jalanan dan warga tak mampu.

Makamnya di Taman Pemakaman Umum Jatisari, Desa Majasem, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pun terus didatangi peziarah sampai dengan kemarin (6/5). ”Mas Didi Kempot itu seniman campursari yang luar biasa,” kata Sumarno, salah seorang penggemar.

KEHILANGAN: Seorang penggemar berziara ke makam Didi Kempo di Ngawi, Rabu (6/5). (DUWI SUSILO/JAWA POS RADAR NGAWI)

Sejumlah petakziah juga masih berdatangan ke kediaman almarhum di desa yang sama. Dari pelat nomor kendaraan yang mereka naiki, beberapa di antaranya berasal dari luar Ngawi.

Meski begitu, pihak keluarga almarhum mengimbau para fans untuk menunda keinginannya berziarah hingga pandemi Covid-19 benar-benar berakhir. Lilik Subagyo, kakak kandung Didi, menambahkan bahwa sejumlah artis ibu kota juga memilih mengucapkan belasungkawa melalui sambungan telepon. Sebab, memang situasi yang tidak memungkinkan untuk datang langsung ke rumah duka.

”Kami minta doanya saja untuk almarhum di tengah pandemi Covid-19 ini,’’ ucap Lilik kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Di masa pandemi ini, selain melahirkan Ojo Mudik, Didi, menurut Blontang, sebenarnya juga sempat menulis satu lagi lagu bertema virus korona. Tombo Teko Loro Lungo. Demikian judul karya Didi yang belum sempat dirilis tersebut.

Itu memperlihatkan betapa prolifiknya Didi sebagai musisi. Adik bungsunya, Eko Guntur Martinus, menyebut sang kakak sebagi pekerja keras yang bahkan tetap memikirkan karya kala beristirahat.

Hasilnya, sudah 800-an lagu ditulis Didi selama lebih dari tiga dekade berkiprah. Cidro yang dirilis pada 1989 saat rekaman untuk kali pertama di bawah label Musica Studio’s, Pamer Bojo yang kini jadi theme song tiap kali ada hajatan, serta Stasiun Balapan yang klasik hanyalah sederet kecil dari daftar panjang hit Didi. Yang akan membuat namanya abadi.

Tapi, toh dengan rendah hati dia masih memimpikan punya karya yang bisa selamanya dikenang. ”Mimpinya punya lagu yang dikenang seperti Kebyar-Kebyar punya Gombloh. Penginnya seperti itu,” kata Blontang.

Betapa Didi Kempot telah mempraktikkan ilmu padi sepanjang hayatnya. Makin berisi makin menunduk. Kian banyak karya kian rendah hati. Sampai menutup mata untuk selamanya. (jpc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Karang Taruna Didorong Bentuk Kelompok Usaha

SEMARANG - Potensi Karang Taruna di berbagai daerah bisa dibilang kurang tergarap. Peran mereka sebatas menjadi panitia acara 17 Agustusan di kampung masing-masing. Melihat...

UM Magelang Kirim 105 Atlet

MAGELANG—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang yang menjadi tuan rumah Pekan Olah Raga Mahasiswa (POM) Rayon III mengirimkan 105 atlet. Mereka dilepas oleh Wakil Rektor III...

Pembersihan Enceng Gondok Dikebut

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sudah satu tahun dilakukan, pembersihan enceng gondok di waduk Rawapening baru mencapai 80 hektare. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Semarang, Mundjirin,...

Laporkan Kades ke Kejari

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK-RI) Kabupaten Batang kembali melaporkan oknum salah satu kepala desa di wilayah Kabupaten Batang atas dugaan korupsi...

Lima Pelajar Pesta Miras

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN—Lima pelajar di Kebumen terpaksa digelandang ke kantor polisi karena kedapatan berpesta minuman keras (miras) di dua tempat berbeda. Dua pelajar SMP, berinisial...

Harga Pangan Masih Stabil

SEMARANG – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, harga kebutuhan pangan di sejumlah pasar tradisional masih relatif stabil. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Dengan kondisi...