Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

  • Bagikan
DALAM KENANGAN: Didi Kempot di Synchronize Festival, Jakarta, (4/10/2019). (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona.

ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILONgawi, Jawa Pos

SUATU hari Poer Blontang mengajak Didi Kempot ke sebuah restoran. Tempatnya sangat layak. Yang mereka tempati juga ruangan khusus, merokok diperbolehkan.

”Ternyata Mas Didi protes. Dia bilang, kok tidak ada makanan yang bisa langsung dimakan,” tutur Blontang yang dikenal sebagai salah seorang kawan dekat penyanyi pemilik banyak hit itu kepada Jawa Pos Radar Solo.

Jadilah, lanjut Blontang, siang-siang Didi turun dari hotel tempat mereka tinggal. ”Dia ke warung (masakan) Padang, mbungkus makanan. Itu yang nggak pernah berubah dari Mas Didi,” katanya.

Hingga maut menjemputnya pada Selasa pagi lalu (5/5), kesederhanaan tak pernah luntur dari penyanyi campursari/pop Jawa legendaris berjuluk The Godfather of Brokenheart itu. Baik saat manggung maupun dalam laku keseharian.

Padahal, sebagai penyanyi papan atas, dengan begitu banyak hit, populer sampai ke Suriname, serta jadwal manggung sangat padat, Didi bisa saja menyusun riders (daftar permintaan musisi yang diundang manggung) sendiri. Namun, hal tersebut tidak pernah dilakukan.

Apa pun yang disiapkan panitia pasti akan diterima dengan senang hati. ”Orangnya seperti itu, mangan ora ribet, turu opo maneh (makan tidak ribet, tidur apa lagi). Misalnya ada undangan, tidak pernah minta macam-macam,” ucap Blontang.

Hidup yang keras, karir yang dititi dari tingkat paling bawah, yang barangkali membentuknya demikian. Lagu-lagunya memang membawanya ke mahameru keterkenalan, tapi akan selalu ada ”Didi Kempot-yang-pernah-mengamen-di-jalanan-Solo dan Jakarta” dalam dirinya.

Itu pula yang membuat jiwa sosialnya tinggi. ”Orangnya senang membantu sesama. Tidak pernah memikirkan materi,” kata Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang bertahun-tahun bersahabat dengan penyanyi yang berpulang dalam usia 53 tahun itu.

Bersama Kapolresta Surakarta Kombespol Andy Rifai dan Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Wiyata Sempana Aji, Rudy –sapaan akrab F.X Hadi Rudyatmo– sempat menjadi model klip video tembang terakhir Didi Kempot bertajuk Ojo Mudik. Lagu itu didedikasikan pria yang terlahir dengan nama Dionisius Prasetyo tersebut untuk mengingatkan warga agar tidak mudik selama masa pandemi Covid-19.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *