Mengukur Kejujuran dengan Jurnal Amaliyah Ramadan di Era Spiritual Distancing

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membuat kehidupan sosial manusia terbatasi dalam segala hal. Tidak memandang apakah tua, muda, maupun anak-anak semua merasakan dampak dari wabah ini. Salah satu sektor yang terkena imbas dari Covid-19 ini adalah dunia pendidikan yang mengharuskan peserta didik dan para pendidik melakukan kegiatan pembelajaran di rumah.
Pada salah satu KD PAI dan Budi Pekerti adalah berperilaku jujur kepada guru dan orang tua. Untuk menyampaikan materi ini di era spiritual distancing dan untuk dapat mengukur keberhasilan seorang guru dalam penyampaian materi secara daring atau online, maka seorang pendidik harus memutar otak untuk menemukan terobosan yang dapat dijadikan sebagai tolok ukur keberhasilan materi tersampaikan kepada peserta didik.

Momen bulan Ramadan di tahun ini dan di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan umat manusia mengalami spiritual distancing, maka salah satu model pembelajaran yang bisa pakai untuk melakukan pemantauan secara daring/online terhadap KD berperilaku jujur kepada guru dan orang tua adalah dengan jurnal kegiatan di bulan Ramadan. Yakni sebuah buku atau form yang berisikan jurnal amaliyah Ramadan. Lalu bagaimana cara kerja seorang guru memantau anak didiknya? Dan indikator apa yang bisa diakatakan sebagai sebuah keberhasilan dalam pengukuran tingkat kejujuran anak melakukan tugas kegiatan keagamaan di bulan Ramadan ini?
Ada pepatah yang mengatakan, bahwa seorang guru itu harus punya banyak cara, supaya anak didiknya dapat menerima materi yang disampaikan. Salah satu cara yaitu dengan membentuk kelompok komunikasi dengan siswanya, atau yang sering kita sebut pembelajaran jarak jauh atau daring/online class.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Sistem Pernafasan dengan Metode Role Playing

Pembelajaran secara online bisa dengan menggunakan berbagai macam moda pembelajaran di internet, bisa dengan via Whatsapp group, Edmodo, dan model-model pembelajaran online yang lainnya.

Untuk memantau kejujuran anak didik, guru bisa membuat format jurnal amaliyah Ramadan yang disampaikan pada Whatsapp group atau pada kelas khusus pada Edmodo.
Kemudian setiap kali anak didik melakukan kegiatan Ramadan seperti berpuasa, salat fardhu, tarawih, tadarus Alquran dan kegiatan amaliyah Ramadan lainnya itu bisa dipantau dengan mewajibkan kepada semua anak didik yang terdaftar pada grup whatsapp atau yang terdaftar pada Edmodo Class untuk melaporkan dengan menguploud jurnal ke kelas pada edmodo atau mengirim foto jurnal kegiatan di grup Whatsapp.

Indikator untuk mengetahui tingkat kejujuran seorang didik yakni dengan memerintahkan anak didik untuk mencatat atau meresum semua kegiatan keagamaan di bulan Ramadan dan ditandatangai oleh orang tua pada saat salat berjamaah di rumah atau pada saat melakukan amaliyah Ramadan lainnya di rumah bersama keluarga. Jika anak tersebut benar-benar jujur, maka mereka akan melaksanakan kegiatan tersebut dengan jujur. Dan tentunya ada kerja sama antara guru dengan orang tua siswa yang dapat mendukung kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar dan si anak tidak merasa terbebani. Dengan kesadaran diri untuk merangkum pada form jurnal amaliyah Ramadan dan melaporkan atau menyerahkan form tersebut kepada guru pada saat wabah Covid-19 berakhir dan sekolah masuk kembali.

Baca juga:   Metode Flipped Classroom Mudahkan Siswa Pahami Materi Pelajaran

Dengan kerja sama yang solid antara guru dengan orang tua siswa insyaallah tingkat kejujuran anak didik akan terukur dengan baik dan imbasnya anak didik akan rajin beribadah. (gml1/lis)

Guru PAI SMA Negeri 6 Semarang

Author

Populer

Lainnya