Mengatasi Bullying di Sekolah dengan Teknik Sosiodrama

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DEWASA ini, pemerintah sedang melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kondisi bidang pendidikan. Hal itu menjadi tonggak kemajuan untuk membangun Negara Indonesia yag berkualitas dan berkuantitas baik di kalangan internasional maupun regional. Pendidikan merupakan salah satu faktor kehidupan yang sangat penting bagi terbentuknya sebuah peradaban suatu bangsa. Faktor kehidupan dalam berbangsa ditentukan oleh perilaku dan sikap para generasi penerus. Ketika dalam suatu bangsa generasi penerusnya bersikap tisak sesuai dengan perilaku dan norma-norma yang ada maka kemajuan suatu negara pun akan terhambat.

Dunia pendidikan masalah yang akhir-akhir ini sering muncul dikalangan pelajar dan siswa adalah Bullying. Bullying adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaaan untuk mengintimidasi orang lain. Hal tersebut meliputi pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan bisa diarahkan berulang pada korban . (Mughnifar Ilham: 2019).

Adapun adanya penyebab terjadinya Bullying adalah adanya rasa ingin berkuasa pada siswa baik didalam kelas maupun disekolaha, akibat kurangnya perhatian dari orang sekitar, pelaku pernah menjadi korban kekerasan, akibat sering berkelahi dan yang sangat berpengaruh adalah akibat meniru tindakan kekerasan dari fim atau game. Macam-macam bullying tidak hanya pada tindakan fisik saja, namun juga berupa Bullying yang sifatnya Verbal (Seperti dikata-katain, diejek, dicela, dihina, hingga diteror), Bullying secara sosial menyebarkan rumor atau gosip yang belum pasti hingga mengajak untuk menjauhi seseorang merupakan tindakan bullying sosial.

Baca juga:   Teknik Meningkatkan Pemahaman Membaca Siswa SMK

Adapaun cara yang digunakan untuk mengatasi masalah Bullying di SMP Negeri 3 Kedungwuni, guru BK menggunakan model layanan Bimbingan Kelompok dengan menggunakan tehnik Sosiodrama.

Bimbingan kelompok adalah bantuan kepada kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas 2-10 peserta didik/konseli agar mereka mampu melakukan pencegahan masalah, pemeliharaan nilai-nilai, dan pengembangan keterampilan-keterampilan hidup yang dibutuhkan. Bimbingan kelompok harus dirancang sebelumnya dan harus sesuai dengan kebutuhan nyata anggota kelompok (POP BK, Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan : 2016). Secara umum bimbingan kelompok betujuan untuk membantu para siswa yang mengalami masalah melalui prosedur kelompok. Selain itu juga menembangkan pribadi masing-masing anggota kelompok melalui berbagai suasana yang muncul dalam kegiatan itu, baik suasana yang menyenangkan maupun yang menyedihkan.
Pada bimbingan kelompok ini ada beberapa tehnik yang bisa digunakan yaitu salah satunya adalah menggunakan tehnik Sosiodrama. Sosiodrama merupakan upaya membantu peserta didik/konseli lebih memahami dan mengantisipasi permasalahan sosial yang timbul dari hubungan antar manusia melalui bermain peran. Tujuan sosiodrama adalah membantu peserta didik/konseli memperoleh pemahaman yang tepat tentang permasalahan sosial yang dialaminya dan dapat mengembangkan keterampilan interaksi sosial yang efektif.

Baca juga:   Mengurangi Bullying Menggunakan Konseling Analisa Transaksional

Adapun cara pelaksanaan Bimbingan Kelompok dengan Tehnik Sosiodrama adalah sebagai berikut menjelaskan secara singkat tentang sosiodrama, terkait prosedur dan tata pelaksanaan sosiodrama. Menetapkan siswa yang menjadi permeran protagonis, pendukung dan observer (penonton), memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami jalan cerita dari naskah yang telah disusun, mendorong siswa untuk memperoleh atau memainkan peran secara spontan, berinteraksi dan komunikasi dalam cerita sesuai dengan jalannya cerita dimana isi dari cerita dan naskah tersebut adalah mengenai kasus Bullying yang sering terjadi dikalangan siswa dan pelajar.

Melalui model pembelajaran Bimbingan Kelompok dengan menggunakan tehnik sosiodrama diharapkan Peserta didik mampu mengatasi permasalahan peserta didik dalam mengahadapi masalah Bullying dan menunjukkan sikap peduli terhadap bullying dengan tepat dan tidak melakukan tindakan Bullying kepada teman baik dikelas maupun di lingkungan sekolah, serta mampu menciptakan cara untuk mengatasi bullying dengan tepat. (dar1/zal)

Guru BK SMPN 3 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya