Belajar Baca Tulis Alquran Menggunakan Kartu Huruf Hijaiyah Berwarna

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Membaca dan menulis merupakan titik awal manusia menuju kepada pencerahan hidup dengan segala macam permasalahannya. Demikian Allah SWT mengajari kepada hamba-Nya yang terkasih Nabi Muhammad saw dengan mewahyukan surat al-Alaq sebagai pertanda diawali proses pembelajaran bagi manusia dan dunia.

Surat al-Alaq memberikan inspirasi lahirnya berbagai macam ilmu yang semakin hari semakin berkembang. Perkembangan ilmu itu pula menandai perkembangan dan kemajuan kehidupan manusia. Namun tetap patut diingat bahwa perkembangan ilmu itu sendiri tidak meninggalkan kaidah awal yaitu membaca dan menulis sebagai dasar pokoknya. Seperti pandangan pada tafsir Al Azhar berikut ini : “Ilmu pengetahuan laksana binatang buruan dan penulisan tali pengikat buruan itu, oleh sebab itu ikatlah buruanmu dengan tali yang teguh”.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional memberikan semangat bagi guru untuk mendidik supaya anak mampu membaca dan menulis Alquran dengan cepat, lancar dan bagus sesuai dengan ilmu tajwid yang ada. Anak merasa senang, guru juga merasakan mudah cara mengajar baca tulis Alquran, begitu juga orang tua juga sangat terbantu dengan adanya kegiatan belajar baca tulis Alquran dengan huruf hijaiyah warna –warni.

Baca juga:   Enam Tips Pembelajaran Jarak Jauh Menjadi Efektif

Alternatif untuk memperbaiki hasil pembelajaran membaca dan menulis huruf Alquran ialah menciptakan pembelajaran yang menarik minat dan memberikan kejelasan bagi peserta didik. Salah satu bentuk pembelajaran. Media pembelajaran yang menarik di antaranya menggunakan kartu huruf hijaiyah berwarna.

Materi pembelajaran membaca dan menulis huruf Alquran memang tergolong sulit sebab dituntut kemampuan mengidentifikasi 28 huruf hijaiyah berupa bentuk huruf utuh, 28 huruf dalam bentuk huruf sambung di posisi depan, 28 huruf dalam bentuk huruf sambung di posisi tengah dan 28 huruf sambung di posisi akhir serta 28 tanda baca. Tingkat kesulitan materi dibanding dengan jumlah jam pelajaran, maka dapat dipastikan bahwa alokasi jam pelajaran untuk materi baca tulis Alquran dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam sangat kurang. Peserta didik di luar sekolah mengikuti pembelajaran di madrasah, tetapi hasilnya kurang bisa diharapkan, hal itu dimungkinkan karena para pengajar belum menggunakan metode dan strategi yang baik Semangat belajar peserta didik kurang baik atau masih belum merata dimungkinkan oleh motivasi yang kurang Pembelajaran hanya menggunakan alat tulis, belum menggunakan alat bantu (peraga). Berbagai masalah di atas, maka perlunya menggunakan peraga karena diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Baca juga:   Bimbingan TIK Menggunakan Model Pembelajaran Probing Prompting

Rendahnya hasil belajar baca tulis Alquran sebelum menggunakan media pembelajaran berupa kartu huruf hijaiyah berwarna pada Kelas II. Alternatif bentuk pembelajaran yang memudahkan pemahaman dan menarik minat peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar adalah pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik salah satunya berupa kartu huruf hijaiyah berwarna. Ada peningkatan nilai setelah menggunakan kartu huruf hijaiyah berwarna pada siswa kelas II. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat membangkitkan semangat belajar peserta didik mempelajari materi baca tulis Alquran. (dar1/ton)

Guru SDN 2 Sojomerto Kec. Gemuh Kab. Kendal

Author

Populer

Lainnya