Asyiknya Menulis Pantun dengan Teknik Zona Alfa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menulis adalah sebuah kreativitas yang harus dikuasai. Walaupun untuk mecapai itu harus melalui proses yang sangat panjang. Tidak sekali jadi, semua berproses melalui latihan dan latihan terus menerus sambil langsung praktek sehingga tulisan yang dibuat menjadi bermakna bagi yamg membacanya.

Costa (1985:103) mengemukakan bahwa menulis dan berpikir merupakan dua kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan berulang-ulang. Masalah yang sering dilontarkan dalam menulis bagi peserta didik adalah kurang mampunya menggunakan bahasa yang baik dan benar. Hal tersebut dapat dilihat pada pilihan kata yang kurang tepat, kalimat yang kurang efektif, sukar mengungkapkan gagagsan karena kesulitan memilih kata atau membuat kalimat bahkan kurang mampu mengembangkan ide secara teratur dan sistematik.

Untuk itu guru harus dapat membuat pembelajaran menjadi menyenangkan bagi peserta didik sejak awal pembelajaran. Dalam Pembelajaran Tema 4 “Sehat itu Penting” Sub Tema 1,2, dan 3 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dalam membuat pantun saya menggunkan teknik zona alfa pada siswa kelas VA SDN 2 Campurejo Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Saya tertarik dengan zona alfa, istilah yang dikemukakan Munif Chatib (2013:91) dalam buku “Gurunya Manusia”.

Baca juga:   Urgensi  Mempelajari  Sejarah

Zona alfa merupakan bagian otak yang menandakan waktu kesadaran dengan kondisi terbaik untuk belajar. Kondisi ini ditandai dengan kesiapan dan keseriusan dalam pembelajaran. Wajah peserta didik terlihat ceria, bahagia, dan fokus pada apa yang dikemukakan guru. Penciptaan suasana inilah yang betul-betul perlu diperhatikan. Bawalah peserta didik ke dalam kondisi tepat, masuk zona alfa, bukan zona beta, teta maupun delta.

Pada awal pembelajarn saya mengajak peserta didik untuk menyanyikan ciri-ciri teks pantun senada dengan lagu “Potong Bebek Angsa”. Setelah menyanyikan lagu lagu ciri-ciri pantun peserta didik terlihat ceria, fokus pada pembelajaran. Selanjutnya aktivitas tanya jawab untuk mengaitkan materi yang dipelajari sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Di sini juga diberikan contoh pantun, dan berikutnya peserta didik menulis teks pantun dengan wajah penuh keceriaan. Dengan menggunakan zona alfa inilah yang menjadi dasar kesiapan siswa belajar. Pikiran peserta didik cemerlang, dalam keadaan relaks, tetapi serius akan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Peserta didik tidak merasa terpaksa belajar, tetapi merasa senang belajar. Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan memerlukan strategi yang bervariasi. Mulai dari menciptakan zona alfa di awal pembelajara, penyegaran saat proses pembelajaran, sampai pada metode dan media yang digunakan.

Baca juga:   Asyik Menulis Pantun dengan Media Sway

Dengan demikian, menciptakan zona alfa akan menjadikan pembelajaran berhasil guna dan berdaya guna dengan tercapainya tujuan pembelajaran. Diharapkan pendidik menemukan metode baru dalam mengembangkan potensi kreativitas menulis bagi peserta didik. Karena itu budayakan kebiasaan menulis di sekolah kita dari sekarang. Bila budaya menulis sudah tumbuh di antara guru dan peserta didiknya, maka akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang ada di sekolah. (dar1/ton)

SDN 2 Campurejo Kec. Boja Kab. Kendal

Author

Populer

Lainnya