Memahami Ayunan dengan Praktikum

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DI masyarakat pedesaan kita melihat ibu menidurkan anaknya dengan mengayunkan ayunkan selendang digantungkan di atap rumah atau anak anak TK senang bermain ayunan di SD pun masih juga bermain ayunan bahkan sampai di SMP pun masih suka bermain dengan ayunan dan di SMP siswa menerima materi tentang getaran atau ayunan dan gelombang.

Waktu kita bermain ayunan dengan jarak lepas yang berbeda beda dari titik gantungan atau ada yang dekat, sedang atau jauh kalau sekarang dikenal dengan amplitudu untuk pelajaran IPA, ada yang gerakannya pelan, sedang bahkan cepat apakah butuh waktu yang sama atau beda bila melakukan sepuluh kali getaran. Dengan cara yang sama dengan panjang tali yang berbeda adakah perbedaan waktu atau tidak jika melakukan sepuluh kali getaran. Bila anak diberi pertanyaan faktor apa yang mempengaruhi besarnya frekwensi dan periode maka anak akan menjawab pertanyaan yang diberikan guru akan muncul jawaban yang bermacam – macam dengan pemikiran masing-masing siswa.

Untuk membantu kesulitan anak menjawab masalah itu maka diharapkan siswa sudah memahami terlebih duhulu tentang getaran, satu getaran, frekwensi, periode serta rumus yang telah dipelajarinya. Sebelum praktek dimulai guru membentuk kelompok yang terdiri dari lima siswa, menyiapkan alat praktek yang berupa papan yang sudah dimodifikasi yang ada bandul dan jarak amplitudunya serta panjang tali yang berbeda tiga buah dan stop watch satu buah untuk tiap kelompok selanjutnya membagi lembar kerja siswa untuk kegiatan praktek tentang ayunan. Dalam kegiatan ini siswa betul betul mengamati kegiatan ini supaya menghasilkan sesuatu yang baik yang harus diperhatikan sewaktu bandul di lepas maka stopwatch juga on dalam waktu yang bersamaan demikian juga pada waktu berhenti.

Baca juga:   Asyiknya Pembelajaran IPA dengan Praktikum

Dalam kegiatan praktikum dengan materi getaran dan gelombang di SMP Negeri 3 Kendal kelas delapan siswa diharapkan mengetahui faktor yang mempengaruhi besarnya frekwensi dan periode dengan dua kali praktek.

Praktek I. Pertama tarik bandul pada jarak lima cm dan lepaskan bandul hitung sampai sepuluh kali getaran catat waktunya lakukan sebanyak tiga kali. Kedua masukkan hasilnya dilembar lks di kolom waktu. Ketiga lakukan dengan jarak amplitudu tujuh cm dan sembilan cm dengan cara yang sama dengan panjang tali yang sama. Empat hitung besarnya frekwensi dan periode. Lima kesimpulan.

Praktek II. Untuk kegiatan yang praktek kedua caranya sama dengan praktek I dengan panjang tali berbeda dan amplitude sama. Panjang tali lima belas cm duapuluh cm dan duapuluh lima cm dengan amplitude tujuh cm lakukan seperti diatas. Setelah selesai praktek siswa bekerja sama berdiskusi untuk menghitung besarnya frekwensi dan periode dalam kelompoknya masing–masing kemudian menyimpulkan apa yang telah dipraktekkan hasil diskusi kelompok dilanjutkan dengan diskusi kelas masing masing kelompok untuk mempresentasikan di depan kelas dan kelompok yang lain dipandu oleh guru untuk menanggapi hasil dari masing masing kelompok untuk bisa menyimpulkan faktor yang mempengaruhi besarnya frekwensi dan periode, dari hasil diskusi kelas menyimpulkan bahwa frekwensi dan periode tidak dipengaruhi oleh amplitudu tapi dipengaruhi oleh panjang tali.

Baca juga:   Asik Menulis Teks Prosedur Berbasis Android

Dalam proses belajar mengajar dengan pratikum ternyata siswa bisa terlibat secara langsung dan menjadi lebih aktif, kerjasama antar siswa menjadi lebih baik, siswa lebih tertantang menyelesaikan masalah karena rasa percaya diri pada mereka meningkat, dan termotivasi untuk menyelesaikan masalah dan jawaban dengan benar. Demikian juga dengan hasil belajar mereka menjadi lebih baik. Bagi para pengajar IPA di sekolah lain, mungkin cara bisa digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan pembelajaran disesuaiakan dengan keadaan sekolah dimana bapak ibu mengajar. (ikd2/zal)

Guru IPA SMPN 3 Kendal

Author

Populer

Lainnya