Telling Stories Gunakan Gambar Berseri Berkelompok

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEMAMPUAN speaking atau berbicara adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki dalam penguasaan keterampilan berbahasa Inggris. Keterampilan berbicara adalah kemampuan untuk menyampaikan ide pikiran secara lisan. Hal yang disampaikan bisa berupa pendapat, laporan, berita, cerita, deskripsi. Keterampilan menyampaikan cerita atau mendongeng adalah keterampilan menyampaikan cerita secara lisan. Tema yang disampaikan bisa berupa cerita rakyat, dongeng, legenda, mitos baik berasal dari dalam maupun luar negeri. Teks ini sangat menarik karena selain cerita yang disampaikan juga terkandung pesan moral yang bisa dipetik dari cerita tersebut. Hal ini tentu saja akan menjadi pelajaran yang bagus bagi pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu kemampuan bercerita harus ditingkatkan, diantaranya penggunaan media gambar berseri.

Materi yang bisa digunakan untuk bercerita atau mendongeng adalah teks naratif yang diperoleh siswa di kelas X semester genap di SMA Negeri 2 Kendal yang telah menerapkan kurikulum 2013. Teks naratif adalah teks yang berisi tentang suatu cerita fiktif. Adapun tujuan komunikatif teks naratif adalah menghibur pembaca atau pendengar dengan pengalaman imajinasi atau peritiwa khayal. Ciri teks naratif adalah unsur konflik (masalah) dan resolusi (penyelesaian masalah). Dalam sebuah teks naratif, dapat ditemukan konflik dan penyelesaiannya lebih dari satu.

Teks naratif mempunyai struktur teks yang terdiri dari atas, pertama, orientation, yaitu pengenalan tokoh, waktu dan tempat. Kedua, complication, bagian ini adalah pengembangan konflik (masalah). Selanjutnya ada resolution, penyelesaian konflik (masalah). Yang terakhir re-orientation, perubahan yang terjadi pada tokoh atau pelajaran yang dapat dipetik dari cerita, bagian ini bersifat opsional, yang berarti tidak harus ada dalam sebuah sebuah teks naratif.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia dengan Gambar Berseri

Agar cerita dapat disampaikan dengan baik dan lancar maka digunakan media gambar berseri. Gambar berseri adalah sejumlah gambar yang antara satu gambar dengan gambar yang lain saling berkaitan membentuk alur cerita tertentu. Cerita yang dipilih adalah cerita yang sudah dikenal di masyarakat misalnya Timun Emas, Malin Kundang, Legenda Danau Toba, Cinderella, Putri Salju. Serangkaian gambar tersebut dicetak atau dibuat penuh warna agar lebih menarik. Dicetak dengan ukuran tertentu agar terlihat jelas. Dari gambar tersebut para siswa akan menceritakan dari awal kisah dimulai dengan orientasi, ada masalah yang timbul disertai dengan penyelesaian dan bisa juga ditutup dengan re-orientasi serta disebutkan pesan moral dari cerita tersebut. Adanya gambar berseri juga menambah penyampaian sebuah cerita akan lebih menarik yang pada akhirnya akan menghibur pendengar.

Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok yang terdiri atas dua sampai dengan tiga siswa yang bertujuan agar lebih menambah motivasi siswa karena melihat teman satu kelompok yang bisa bercerita dengan baik. Ini juga membantu mereka membangun rasa percaya diri ketika bercerita karena menyampaikan cerita bersama dengan teman satu kelompok. Terlebih lagi dibantu dengan media gambar berseri sehingga membantu siswa bercerita dengan runtut dan lancar.

Baca juga:   “Klinik BI Indi” Membantu Mengatasi Kesulitan Belajar Matematika

Secara alur cerita dibantu dengan gambar berseri yang telah dibuat. Namun dalam bercerita tetap memperhatikan, kelancaran. Hal ini bisa tercipta jika dipersiapkan dengan baik dan berlatih berulang-ulang bersama teman satu kelompok. Para siswa sebelum mempelajari teks naratif harus terlebih dulu mempelajari kalimat simple past tense, yaitu materi tentang kalimat yang menggambarkan kegiatan pada waktu lampau dan materi ini dipelajari sebelum mempelajari teks naratif.

Kalimat Simple Past tense banyak digunakan dalam teks naratif dan merupakan ciri kebahasaan dalam teks naratif selain penggunaan saying verbs, thinking verbs, action verbs, adjectives dan adverbs serta kata hubung untuk mengurutkan cerita. Yang tidak kalah penting adalah pronunciation/pelafalan. Ini penting karena cerita bisa saja tidak tertangkap dengan baik karena pelafalan kata yang tidak tepat. Semua itu dipersiapkan dengan teman satu kelompok atau saling berdiskusi dengan kelompok lain. Setelah dipersiapkan dengan baik maka siswa bisa berkonsultasi dengan guru sebelum bercerita dihadapan teman satu kelas. (pgn2)

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 2 Kendal

Author

Populer

Lainnya